Terganjal regulasi, BUMN sulit berkembang

Kamis, 08 November 2012 - 19:14 WIB
Terganjal regulasi,...
Terganjal regulasi, BUMN sulit berkembang
A A A
Sindonews.com - Banyaknya aturan dan regulasi terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat pengelolaan BUMN sulit bersaing dengan swasta. Banyak direktur yang gamang dalam mengelola. Akibatnya perkembangan BUMN tidak bisa sesuai dengan harapan.

“Sulit BUMN bisa berkompetisi dengan swasta, karena banyak aturan yang membelenggu perusahaan plat merah ini,” jelas Sekretaris Kementrian BUMN Wahyu Hidayat saat membuka forum Hukum BUMN di Inna Garuda Hotel, Yogyakarta, Kamis (8/11/2012).

Menurutnya, banyaknya aturan dan regulasi ini sudah bukan menjadi rahasia. Keuangan BUMN dianggap sebagai keuangan kegara. Akibatnya langkah strategis dinilai sebagai sebuah monopoli. Begitu pula dengan kerugian BUMN juga dianggap sebagai kerugian Negara.

BUMN, ujarnya, dianggap instansi pemerintah. Seluruh direksi, dewan komisaris (dekom), dewan pengawas (dewas), dan karyawan disamakan dengan penyelenggara negara. Hal seperti ini membuat gamang para direksi yang duduk dalam BUMN untuk melaksanakan tugas.

“Lewat Forum Hukum ini diharapkan mampu mengembangkan BUMN ke depan, serta menjadi mitra Kementerian BUMN,” jelasnya.

Forum Hukum BUMN juga akan mendorong peningkatan kinerja dan memantapkan posisi BUMN, khususnya dalam memaksimalkan value BUMN. Ini tidak lepas dari kondisi perekonomian Indonesia yang kondisi iklim investasinya cukup bagus.

Arah kebijakan pengelolaan BUMN difokuskan pada tiga tujuan dasar. Yaitu, BUMN sebagai pilar ketahanan negara, BUMN sebagai engine of growth, dan BUMN sebagai kepeloporan bidang teknologi, daya saing, dan kesejahteraan.

Sebenarnya Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan putusan terkait piutang pada bank BUMN tidak memasukkan dalam piutang negara. Putusan ini perlu ditindaklanjuti dengan penerbitan peraturan mengenai penghapusan piutang BUMN.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved