Kementerian BUMN bisa lebih bahaya dari DPR

Minggu, 11 November 2012 - 10:25 WIB
Kementerian BUMN bisa...
Kementerian BUMN bisa lebih bahaya dari DPR
A A A
Sindonews.com - Belakangan ini, DPR banyak disorot karena dituding melakukan pemerasan kepada BUMN. DPR memang sangat mungkin melakukan pemerasan tersebut karena mereka bisa melakukan intervensi melalui rapat-rapat antara DPR dengan direksi BUMN yang membahas anggaran maupun kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.

Namun, mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengungkapkan, yang paling besar kesempatannya untuk mengintervensi dan melakukan pemerasan terhadap BUMN bukanlah DPR. Bahaya terbesar justru datang dari Kementerian BUMN sendiri.

"Intervensi paling gampang dilakukan adalah oleh orang yang bisa setiap saat mengganggu kedudukan direksi. Dan Kementerian BUMN adalah orang itu," ujar Said Didu dalam acara Polemik Sindo Radio Network di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (11/11/2012).

Said memperingatkan semua pihak agar tidak terbawa arus pemberitaan yang hanya menyoroti DPR. Pasalnya, banyak sekali pihak lain yang juga melakukan pemerasan terhadap BUMN, bahkan dalam skala yang lebih dahsyat. "Jangan sampai kita terninabobokan dengan isu bahwa intervensi DPR menghilangkan intervensi pihak-pihak yang lain," kata dia.

Karena itu, lanjutnya, Kementerian BUMN harus diisi oleh orang-orang bersih yang berani melindungi BUMN dari intervensi maupun pemerasan oleh berbagai pihak. Kementerian BUMN lah benteng terkuat yang mampu melindungi BUMN, tetapi juga sekaligus bisa menjadi parasit bagi perusahaan-perusahaan milik negara.

"Kementerian BUMN harus berfungsi sebagai pelindung intervensi, jangan dia melakukan intervensi," tutup Said.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Eksekutif-Legislatif...
Eksekutif-Legislatif Kobar Sepakati Raperda APBD Perubahan 2022
Begini Saran Perindo...
Begini Saran Perindo Agar Hubungan Legislatif-Eksekutif Berjalan Maksimal
Eksekutif dan Legislatif...
Eksekutif dan Legislatif Kobar Sepakati 3 Ranperda Menjadi Perda
Kompak, Legislatif-Eksekutif...
Kompak, Legislatif-Eksekutif Bersinergi Wujudkan Sport Tourism di Kendal
Pola Komunikasi Legislatif...
Pola Komunikasi Legislatif dengan Eksekutif di Seruyan Perlu Diperbaiki
HT Berharap Basperindo...
HT Berharap Basperindo Tempatkan Kader di Legislatif dan Eksekutif
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
8 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
50 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
AS Bisa Tarik Pasukannya...
AS Bisa Tarik Pasukannya dari Eropa Tengah dan Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved