Proyek barang dan jasa BUMN rawan intervensi
Minggu, 11 November 2012 - 12:43 WIB
Proyek barang dan jasa BUMN rawan intervensi
A
A
A
Sindonews.com - Peran strategis yang diemban BUMN dalam menjalankan roda perekonomian di Indonesia telah membuat banyak pihak ingin mengeruk keuntungan dari perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.
Caranya adalah melakukan kongkalikong dengan direksi BUMN untuk mendapatkan proyek-proyek pengadaan barang dan jasa. "Pintu masuknya intervensi hanya satu, yaitu pengadaan barang dan jasa," ungkap Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu usai acara Polemik Sindo Radio Network di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (10/11/2012).
BUMN yang paling sering mendapat intervensi dari berbagai arah kepentingan, menurut Said, adalah BUMN yang paling banyak mengadakan proyek pengadaan barang dan jasa. "Jadi kalau Anda mau mengetahui mana BUMN yang paling banyak diintervensi, cari saja BUMN yang paling banyak mengadakan proyek barang dan jasa," sambungnya.
Karena kongkalikong antara direksi perusahaan milik negara dan pejabat tinggi maupun elite-elite lainnya berhubungan erat dengan proyek pengadaan barang dan jasa, maka Said Didu menyarankan agar pengawasan terhadap proyek-proyek tersebut diperketat. Mekanisme pengadaannya pun harus dibenahi.
"Selalu pengadaan barang dan jasa. Jadi jangan seakan-akan masalah ini rumit sekali penyelesaiannya, padahal kan tidak rumit asalkan mekanisme pengadaan barang dan jasa diperbaiki, selesai," simpul dia.
Caranya adalah melakukan kongkalikong dengan direksi BUMN untuk mendapatkan proyek-proyek pengadaan barang dan jasa. "Pintu masuknya intervensi hanya satu, yaitu pengadaan barang dan jasa," ungkap Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu usai acara Polemik Sindo Radio Network di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (10/11/2012).
BUMN yang paling sering mendapat intervensi dari berbagai arah kepentingan, menurut Said, adalah BUMN yang paling banyak mengadakan proyek pengadaan barang dan jasa. "Jadi kalau Anda mau mengetahui mana BUMN yang paling banyak diintervensi, cari saja BUMN yang paling banyak mengadakan proyek barang dan jasa," sambungnya.
Karena kongkalikong antara direksi perusahaan milik negara dan pejabat tinggi maupun elite-elite lainnya berhubungan erat dengan proyek pengadaan barang dan jasa, maka Said Didu menyarankan agar pengawasan terhadap proyek-proyek tersebut diperketat. Mekanisme pengadaannya pun harus dibenahi.
"Selalu pengadaan barang dan jasa. Jadi jangan seakan-akan masalah ini rumit sekali penyelesaiannya, padahal kan tidak rumit asalkan mekanisme pengadaan barang dan jasa diperbaiki, selesai," simpul dia.
(rna)
Lihat Juga :