Investor 3 negara berminat investasi di Sumbar
Senin, 12 November 2012 - 09:57 WIB
Investor 3 negara berminat investasi di Sumbar
A
A
A
Sindonews.com - Investor dari tiga negara di kawasan Asia dan Timur Tengah menyatakan minatnya untuk melakukan investasi di Sumatera Barat (Sumbar). Investor tersebut berasal dari Jepang, Korea Selatan dan Kuwait.
Menteri Kordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, ketertarikan investor asal tiga negara tersebut diketahui saat melakukan kunjungan ketiga negara tersebut beberapa waktu lalu.
“Tentu saja ada investor dari ketiga negara ini yang tertarik. Tapi, saudara harus memahami wilayah Sumbar terdiri dari hutan lindung dan hutan konservasi yang haru dijaga kelestariannya,” kata dia usai menghadiri Deklarasi Rajawali SAR di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (12/11/2012)..
Kendati demikian, menurut Hatta, sejumlah sektor Sumbar sangat potensial untuk menarik investor mancanegara, diantaranya sektor wisata atau kelautan.
Adapun, pembangunan infrastruktur di Sumbar yang tengah digenjot pemerintah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yakni pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru yang akan dimulai pada 2013 dengan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN).
Selain itu, optimalisasi pembangunan Teluk Bayur dengan perkiraan investasi awal sebesar Rp1,6 triliun. Namun nilai tersebut diperkirakan akan bertambah seiring dilakukannya perluasan dan revitalisasi pembangunan teluk tersebut.
Proyek infrastruktur lainnya, berupa revitalisasi Trans Sumatera dan jalur kereta (railway) dengan melibatkan BUMN. Perusahaan pelat merah juga diprioritaskan untuk membangun Jembatan Selat Sunda (JSS). “BUMN akan kita libatkan dalam pembangunan JSS,” imbuh Hatta.
Menteri Kordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, ketertarikan investor asal tiga negara tersebut diketahui saat melakukan kunjungan ketiga negara tersebut beberapa waktu lalu.
“Tentu saja ada investor dari ketiga negara ini yang tertarik. Tapi, saudara harus memahami wilayah Sumbar terdiri dari hutan lindung dan hutan konservasi yang haru dijaga kelestariannya,” kata dia usai menghadiri Deklarasi Rajawali SAR di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (12/11/2012)..
Kendati demikian, menurut Hatta, sejumlah sektor Sumbar sangat potensial untuk menarik investor mancanegara, diantaranya sektor wisata atau kelautan.
Adapun, pembangunan infrastruktur di Sumbar yang tengah digenjot pemerintah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yakni pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru yang akan dimulai pada 2013 dengan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN).
Selain itu, optimalisasi pembangunan Teluk Bayur dengan perkiraan investasi awal sebesar Rp1,6 triliun. Namun nilai tersebut diperkirakan akan bertambah seiring dilakukannya perluasan dan revitalisasi pembangunan teluk tersebut.
Proyek infrastruktur lainnya, berupa revitalisasi Trans Sumatera dan jalur kereta (railway) dengan melibatkan BUMN. Perusahaan pelat merah juga diprioritaskan untuk membangun Jembatan Selat Sunda (JSS). “BUMN akan kita libatkan dalam pembangunan JSS,” imbuh Hatta.
(rna)
Lihat Juga :