Ekonomi Lesu, Krakatau Steel Inisiatif Cari Pasar di Sumatera
Rabu, 04 November 2020 - 15:51 WIB
loading...
Krakatau Steel menggelar roadshow ke Sumatera untuk meningkatkan hilirisasi ke pasar yang berada di Sumatera. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Lesunya perekonomian yang diperkirakan sampai akhir 2020, membuat Krakatau Steel (KS) Group melakukan roadshow Tour de Sumatera (Lampung-Medan) untuk memperkenalkan produk-produknya. Tujuannya, meningkatkan hilirisasi ke pasar yang berada di Sumatera.
"Krakatau Steel hadir menyapa pengguna dan masyarakat Sumatera dalam mendukung penyediaan baja berkualitas tinggi dan aman," ujar Direktur Utama PT Krakatau National Resources Akbar Djohan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (4/11/2020).
(Baca Juga: Ganti Logo di Usia Emas, Krakatau Steel Ingin Jadi Panutan Industri Baja)
Akbar mengatakan, menurunnya permintaan pasar mengakibatkan rendahnya utilisasi industri. Hal ini berdampak kepada tergerusnya modal kerja dari pelaku industri karena harus menanggung beban selama tiga bulan terakhir untuk mempertahankan pabrik tetap beroperasi.
"Keterbatasan modal kerja menyebabkan sulitnya pelaku industri dalam membeli bahan baku dan membiayai operasional pabrik. Jika kondisi ini terus berlarut-larut dan kita tidak melakukan langkah-langkah antisipasi, besar kemungkinan industri hilir dan industri pengguna baja akan menutup pabriknya secara permanen," ucapnya.
"Krakatau Steel hadir menyapa pengguna dan masyarakat Sumatera dalam mendukung penyediaan baja berkualitas tinggi dan aman," ujar Direktur Utama PT Krakatau National Resources Akbar Djohan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (4/11/2020).
(Baca Juga: Ganti Logo di Usia Emas, Krakatau Steel Ingin Jadi Panutan Industri Baja)
Akbar mengatakan, menurunnya permintaan pasar mengakibatkan rendahnya utilisasi industri. Hal ini berdampak kepada tergerusnya modal kerja dari pelaku industri karena harus menanggung beban selama tiga bulan terakhir untuk mempertahankan pabrik tetap beroperasi.
"Keterbatasan modal kerja menyebabkan sulitnya pelaku industri dalam membeli bahan baku dan membiayai operasional pabrik. Jika kondisi ini terus berlarut-larut dan kita tidak melakukan langkah-langkah antisipasi, besar kemungkinan industri hilir dan industri pengguna baja akan menutup pabriknya secara permanen," ucapnya.
Lihat Juga :