2013, Mustika Ratu anggarkan capex Rp15 M
Senin, 12 November 2012 - 20:05 WIB
2013, Mustika Ratu anggarkan capex Rp15 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp15 miliar sepanjang tahun 2013. Pasalnya, tahun mendatang perseroan akan menyelesaikan tambahan perluasan pemasaran dan pengembangan produk baru.
"Kami anggarkan Rp10 miliar untuk pengembangan produk baru, sisanya Rp5 miliar untuk penyelesaian perluasan pemasaran," ujar Direktur Keuangan MRAT Frasiska Sestri saat dihubungi, Senin (12/11/2012).
Menurut dia, meningkatnya capex 2013, akan sejalan dengan naiknya penjualan sebesar 30 persen menjadi Rp598 miliar dibandingkan tahun 2012 yang ditargetkan bisa mencetak angka Rp460 miliar.
Untuk laba bersih, lanjut dia, ditargetkan sebesar Rp57,4 miliar setara naik 79 persen dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp32,3 miliar. "Target pendapatan dan laba bersih 2013 akan ditopang dari produk-produk kecil yang akan kami kembangkan," katanya.
Dia menjelaskan, marjin perseroan pun akan naik, karena ditopang dari penekan harga pokok produksi yang diturunkan satu persen dari harga pokok produksi. Dan diharapkan produktivitas tenaga kerja meningkat. "Kami pun berharap penjualan mencapai Rp1 triliun pada tahun 2018," harapnya.
Fransiska menambahkan, untuk tahun 2012, perseroan membidik laba bersih Rp32,2 miliar setara naik 15 persen dibandingkan tahun 2011 yang tercatat sebesar Rp27,87 miliar. Laba bersih tersebut setara enam hingga tujuh persen dari pendapatan yang ditargetkan Rp460 miliar.
Menurut dia, bidikan angka tersebut nantinya akan didorong dengan menambah subdistribusi-subdistribusi melalui anak usaha PT Mustika Ratubuana International yang berada di Jakarta, Surabaya dan Bandung. Pasalnya di kota-kota tersebut akan diperluas pemasarannya.
"Kami akan fokus memasarkan produk terbaru kami, yakni perawatan tubuh aroma mawar dan melati yang di-launching Agustus lalu," paparnya.
Dia menjelaskan, saat ini di Jakarta subdistribusinya masih satu lokasi yakni di Ciracas, Jakarta-Timur. Nantinya jaringan pemasaran tersebut akan diperluas ke wilayah Jakarta Pusat, Cempaka Putih, dan di pinggir Jakarta, termasuk Tangerang. Sementara, di Surabaya hanya di Jember, akan ditambah tiga lokasi, yakni Malang, Porong, dan Kediri, serta perluasan di Bandung.
Menurut dia, distribusi di Jawa Timur sangat menggiurkan, oleh karena itu perseroan lebih banyak membangun subdistribusi di kota tersebut. "Untuk perluasan subdistribusi tersebut kami menganggarkan Rp3 miliar yang diambil dari capex tahun ini sebesar Rp12 miliar," katanya.
Sementara, Rp3 miliar lagi akan digunakan untuk kebutuhan research and development produk. Seperti diketahui, dari total capex tersebut, perseroan telah merealisasikan capex Rp6 miliar pada semester I/2012 yang digunakan untuk renovasi pabrik.
Dia mengungkapkan, market share untuk mustika ratu sudah mencapai 18 persen. Namun, untuk kategori cologne merk Putri meraih tertinggi yakni 35,5 persen. Untuk produk kinocare merk Eskulin sebesar 18,1 persen. Body Care 18 persen dan Slimming Tea 18 persen. "Tahun depan minimal market share bisa bertahan di level 18-20 persen," harapnya.
Sementara itu, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menilai MRAT tahun ini bisa saja tercapai bidikan laba bersihnya, dengan asumsi pangsa pasar bertambah dan diikuti dengan kenaikan harga beberapa produknya.
"Untuk laba bersih mereka bisa mencetak Rp20 miliar saja sudah lumayan bagus meskipun lebih rendah dari tahun sebelumnya," katanya.
Pasalnya menurut Reza, masih besarnya biaya bahan baku bisa saja menghambat target. Terlebih nilai tukar sekarang lebih mahal dari tahun lalu.
"Kami anggarkan Rp10 miliar untuk pengembangan produk baru, sisanya Rp5 miliar untuk penyelesaian perluasan pemasaran," ujar Direktur Keuangan MRAT Frasiska Sestri saat dihubungi, Senin (12/11/2012).
Menurut dia, meningkatnya capex 2013, akan sejalan dengan naiknya penjualan sebesar 30 persen menjadi Rp598 miliar dibandingkan tahun 2012 yang ditargetkan bisa mencetak angka Rp460 miliar.
Untuk laba bersih, lanjut dia, ditargetkan sebesar Rp57,4 miliar setara naik 79 persen dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp32,3 miliar. "Target pendapatan dan laba bersih 2013 akan ditopang dari produk-produk kecil yang akan kami kembangkan," katanya.
Dia menjelaskan, marjin perseroan pun akan naik, karena ditopang dari penekan harga pokok produksi yang diturunkan satu persen dari harga pokok produksi. Dan diharapkan produktivitas tenaga kerja meningkat. "Kami pun berharap penjualan mencapai Rp1 triliun pada tahun 2018," harapnya.
Fransiska menambahkan, untuk tahun 2012, perseroan membidik laba bersih Rp32,2 miliar setara naik 15 persen dibandingkan tahun 2011 yang tercatat sebesar Rp27,87 miliar. Laba bersih tersebut setara enam hingga tujuh persen dari pendapatan yang ditargetkan Rp460 miliar.
Menurut dia, bidikan angka tersebut nantinya akan didorong dengan menambah subdistribusi-subdistribusi melalui anak usaha PT Mustika Ratubuana International yang berada di Jakarta, Surabaya dan Bandung. Pasalnya di kota-kota tersebut akan diperluas pemasarannya.
"Kami akan fokus memasarkan produk terbaru kami, yakni perawatan tubuh aroma mawar dan melati yang di-launching Agustus lalu," paparnya.
Dia menjelaskan, saat ini di Jakarta subdistribusinya masih satu lokasi yakni di Ciracas, Jakarta-Timur. Nantinya jaringan pemasaran tersebut akan diperluas ke wilayah Jakarta Pusat, Cempaka Putih, dan di pinggir Jakarta, termasuk Tangerang. Sementara, di Surabaya hanya di Jember, akan ditambah tiga lokasi, yakni Malang, Porong, dan Kediri, serta perluasan di Bandung.
Menurut dia, distribusi di Jawa Timur sangat menggiurkan, oleh karena itu perseroan lebih banyak membangun subdistribusi di kota tersebut. "Untuk perluasan subdistribusi tersebut kami menganggarkan Rp3 miliar yang diambil dari capex tahun ini sebesar Rp12 miliar," katanya.
Sementara, Rp3 miliar lagi akan digunakan untuk kebutuhan research and development produk. Seperti diketahui, dari total capex tersebut, perseroan telah merealisasikan capex Rp6 miliar pada semester I/2012 yang digunakan untuk renovasi pabrik.
Dia mengungkapkan, market share untuk mustika ratu sudah mencapai 18 persen. Namun, untuk kategori cologne merk Putri meraih tertinggi yakni 35,5 persen. Untuk produk kinocare merk Eskulin sebesar 18,1 persen. Body Care 18 persen dan Slimming Tea 18 persen. "Tahun depan minimal market share bisa bertahan di level 18-20 persen," harapnya.
Sementara itu, Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menilai MRAT tahun ini bisa saja tercapai bidikan laba bersihnya, dengan asumsi pangsa pasar bertambah dan diikuti dengan kenaikan harga beberapa produknya.
"Untuk laba bersih mereka bisa mencetak Rp20 miliar saja sudah lumayan bagus meskipun lebih rendah dari tahun sebelumnya," katanya.
Pasalnya menurut Reza, masih besarnya biaya bahan baku bisa saja menghambat target. Terlebih nilai tukar sekarang lebih mahal dari tahun lalu.
(gpr)
Lihat Juga :