Dahlan : Kerugian PLN bukan salah saya
Selasa, 13 November 2012 - 11:14 WIB
Dahlan : Kerugian PLN bukan salah saya
A
A
A
Sindonews.com - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR pagi ini, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan bahwa dirinya tidak bertanggung jawab atas terjadinya inefisiensi PLN hingga merugi Rp37 triliun.
"Temuan BPK tidak mengindikasikan penyimpangan dalam masalah ini," kata Dahlan Iskan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Dahlan juga menampik adanya korupsi di tubuh PLN pada masa kepemimpinannya. Menurut dia, kerugian yang diderita perusahaan listrik pelat merah tersebut karena kurangnya pasokan gas, bukan karena kesalahan pengelolaan ataupun korupsi.
"BPK menyebut penyebab inefisiensi PLN bukan karena korupsi tapi kurangnya ketersediaan gas," simpul Dahlan.
Hingga berita ini diturunkan, RDP yang membahas inefisiensi di tubuh PLN masih berlangsung sejak pukul 10.30 WIB. Selain Dirut Pertamina Karen Agustiawan, pejabat terkait yang diundang hadir dalam rapat ini.
Sekedar informasi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan inefisiensi di tubuh BUMN listrik periode Tahun 2009-2011 sebesar Rp37,6 triliun. Kerugian ini ditenggarai akibat kekurangan pasokan gas dan terpaksa memakai bahan bakar minyak (BBM).
"Temuan BPK tidak mengindikasikan penyimpangan dalam masalah ini," kata Dahlan Iskan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/11/2012).
Dahlan juga menampik adanya korupsi di tubuh PLN pada masa kepemimpinannya. Menurut dia, kerugian yang diderita perusahaan listrik pelat merah tersebut karena kurangnya pasokan gas, bukan karena kesalahan pengelolaan ataupun korupsi.
"BPK menyebut penyebab inefisiensi PLN bukan karena korupsi tapi kurangnya ketersediaan gas," simpul Dahlan.
Hingga berita ini diturunkan, RDP yang membahas inefisiensi di tubuh PLN masih berlangsung sejak pukul 10.30 WIB. Selain Dirut Pertamina Karen Agustiawan, pejabat terkait yang diundang hadir dalam rapat ini.
Sekedar informasi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan inefisiensi di tubuh BUMN listrik periode Tahun 2009-2011 sebesar Rp37,6 triliun. Kerugian ini ditenggarai akibat kekurangan pasokan gas dan terpaksa memakai bahan bakar minyak (BBM).
(rna)
Lihat Juga :