Progres penurunan kemiskinan di Indonesia melambat
Selasa, 13 November 2012 - 11:51 WIB
Progres penurunan kemiskinan di Indonesia melambat
A
A
A
Sindonews.com - Progres upaya penurunan jumlah warga miskin di Indonesia cenderung melambat. Meski upaya penurunan yang dilakukan cukup berhasil, selama dua tahun terakhir terjadi penurunan jumlah capaian rumah tangga miskin yang dapat dientaskan.
Secara nasional jumlah penduduk miskin berada di Jawa. "53 persen penduduk miskin sekitar 17 juta penduduk ada di Pulau Jawa dan itu sama dengan 14 persen penduduk Jawa," tandas Ketua Panitia Musyawarah Rencana Pembangunan Regional Jawa Bali 2012, Tavip Agus Rayanto di Yogyakarta, Selasa (13/11/2012).
Di 2012, jumlah penduduk miskin secara nasional mencapai 29,13 juta. Dilihat dari sisi lapangan kerja, penduduk miskin menurut Kepala Bappeda Pemda DIY tersebut 56 persen bekerja di sektor pertanian. Dan penduduk miskin tersebut tinggal di pedesaan.
Dari sisi proses yang dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan masih terjadi disparitas cukup tinggi antar provinsi. Dari sisi wilayah, pengangguran merupakan persoalan yang ada di perkotaan sementara di pedesaan masalah yang dihadapi adalah kemiskinan. "Masih ada sembilan kabupaten tertinggal yang ada di wilayah Jawa Bali," tandas Tavip.
Sekadar informasi, Pemerintah Provinsi se-Jawa dan Bali menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Regional 2012 di Yogyakarta. Kegiatan berlangsung dua hari dimulai 12 November lalu dan kemarin pembukaan dilakukan oleh Wakil Presiden RI Boediono.
Secara nasional jumlah penduduk miskin berada di Jawa. "53 persen penduduk miskin sekitar 17 juta penduduk ada di Pulau Jawa dan itu sama dengan 14 persen penduduk Jawa," tandas Ketua Panitia Musyawarah Rencana Pembangunan Regional Jawa Bali 2012, Tavip Agus Rayanto di Yogyakarta, Selasa (13/11/2012).
Di 2012, jumlah penduduk miskin secara nasional mencapai 29,13 juta. Dilihat dari sisi lapangan kerja, penduduk miskin menurut Kepala Bappeda Pemda DIY tersebut 56 persen bekerja di sektor pertanian. Dan penduduk miskin tersebut tinggal di pedesaan.
Dari sisi proses yang dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan masih terjadi disparitas cukup tinggi antar provinsi. Dari sisi wilayah, pengangguran merupakan persoalan yang ada di perkotaan sementara di pedesaan masalah yang dihadapi adalah kemiskinan. "Masih ada sembilan kabupaten tertinggal yang ada di wilayah Jawa Bali," tandas Tavip.
Sekadar informasi, Pemerintah Provinsi se-Jawa dan Bali menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Regional 2012 di Yogyakarta. Kegiatan berlangsung dua hari dimulai 12 November lalu dan kemarin pembukaan dilakukan oleh Wakil Presiden RI Boediono.
(gpr)
Lihat Juga :