PLN rugi Rp37 T, DPR tolak alasan Dahlan

Selasa, 13 November 2012 - 12:28 WIB
PLN rugi Rp37 T, DPR...
PLN rugi Rp37 T, DPR tolak alasan Dahlan
A A A
Sindonews.com - DPR menampik kesimpulan laporan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang menyatakan bahwa kerugian PLN hingga Rp37 triliun pada masa kepemimpinannya sekadar karena kekurangan pasokan gas. Dahlan dituding banyak mengambil kebijakan yang salah dalam pengelolaan PLN.

"Di kesimpulan Pak Dahlan permasalahannya cuma gas, persoalannya tidak sesederhana itu," kata Anggota Komisi VII DPR Ahmad Rialdi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Anggota Komisi VII DPR lainnya, Dewi Aryani, membenarkan penilaian Ahmad Rialdi. Menurut Dewi, Dahlan tidak memiliki cetak biru kebijakan energi yang jelas ketika memimpin perusahaan listrik berpelat merah tersebut. Bila penggunaan gas untuk pembangkit-pembangkit listrik milik PLN telah direncanakan dengan seksama sejak jauh-jauh hari, maka BP Migas akan segera siap memasok gas untuk PLN.

"PLN tidak punya perencanaan yang baik untuk energi primer. PLN tidak punya keinginan serius untuk mengganti penggunaan BBM dengan gas," ujar Dewi pada kesempatan yang sama.

Selain itu, Dewi juga mengungkapkan, Dahlan telah membuat kesalahan besar dengan membuat kontrak-kontrak pasokan gas untuk PLN tanpa ketentuan penalti sehingga jaminan ketersediaan gas menjadi lemah. "Salah satu yang paling fatal adalah perjanjian-perjanjian gas yang dibuat tidak mencantumkan sanksi," imbuhnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengeluarkan hasil audit terhadap kinerja PLN periode 2009-2010. Dalam laporan BPK tersebut, disebutkan bahwa PLN mengalami kerugian hingga Rp37 triliun dalam periode tersebut.

Terkait hal ini, Komisi VII DPR memanggil Dahlan Iskan untuk hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas laporan BPK itu. Dalam RDP ini, DPR meminta penjelasan dari mantan Dirut PLN yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut. Hingga berita ini diturunkan, RDP masih berlangsung sejak pukul 10.30 WIB tadi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembubaran Lembaga,...
Pembubaran Lembaga, Anggota DPR Duga Karena Inefisiensi Anggaran Negara
Inefisiensi dan Buruknya...
Inefisiensi dan Buruknya Birokrasi Perparah Dampak Banjir di China
Ambisi Global Militer...
Ambisi Global Militer China Dihantui Skandal Korupsi dan Inefisiensi Sistemik
Jadi Mesin Investasi...
Jadi Mesin Investasi Baru, Danantara Didorong Akhiri Inefisiensi di BUMN
Soroti Inefisiensi Anggaran...
Soroti Inefisiensi Anggaran Daerah, Tito: Dana Rp5 Miliar Perjalanan Dinas Rp10 Miliar
PLN Sabet Tiga Penghargaan...
PLN Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus dalam Ajang Indonesia Awards 2023
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
3 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
3 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
4 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved