Ekspansi di Myanmar, Timah investasi USD18 juta
Selasa, 13 November 2012 - 12:31 WIB
Ekspansi di Myanmar, Timah investasi USD18 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Timah Tbk (TINS) pada tahun depan akan melakukan ekspansi ke Myanmar dengan nilai investasi di negara tersebut diperkirakan sebesar USD18 juta.
Dalam materi paparan publik perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/11/2012) disebutkan, eksplorasi PT Timah di Myanmar akan dilakukan di Pubyin-Tamok, Myeik District, Tanithary State, Union of Myanmar. Adapun, luas lokasi kegiatan eksplorasi mencapai 100 meter persegi.
Nilai investasi eksplorasi timah secara multiyears atau selama tiga tahun diperkirakan sebesar USD18 juta. Rencananya, kegiatan eksplorasi di negara tersebut mulai pada 2013. Jenis mineral yang diekplorasi adalah timah dan mineral sejenisnya, dengan produk yang dihasilkan atau dijual berupa timah putih (tin ingot).
Tujuan dari ekspansi di Myanmar adalah untuk mengembangkan kompentensi inti dan mempertahankan eksistensi sebagai perusahaan timah. Dengan investasi ini, perusahaan timah pelat merah tersebut berharap bisa memberikan nilai dan keuntungan bagi perusahaan.
Corporate Secretary TINS Agung Nugroho sebelumnya mengakui, pihaknya memang telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Myanmar untuk bisa melakukan eksplorasi timah di negara tersebut. "Yang pasti kita ingin go internasional sesuai permintaan Menteri BUMN," kata dia belum lama ini.
Direktur Utama Timah Sukrisno menambahkan, perseroan selain berencana membuka tambang, juga pabrik pengolahan timah di Myanmar pada tahun depan. "Di Myanmar memang belum ada. Kita akan nambang baru di situ," kata Sukrisno.
Dia menilai, ekspansi ini sejalan dengan langkah perseroan, yang tengah fokus memperbaiki lingkungan serta melakukan eksplorasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Dalam materi paparan publik perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/11/2012) disebutkan, eksplorasi PT Timah di Myanmar akan dilakukan di Pubyin-Tamok, Myeik District, Tanithary State, Union of Myanmar. Adapun, luas lokasi kegiatan eksplorasi mencapai 100 meter persegi.
Nilai investasi eksplorasi timah secara multiyears atau selama tiga tahun diperkirakan sebesar USD18 juta. Rencananya, kegiatan eksplorasi di negara tersebut mulai pada 2013. Jenis mineral yang diekplorasi adalah timah dan mineral sejenisnya, dengan produk yang dihasilkan atau dijual berupa timah putih (tin ingot).
Tujuan dari ekspansi di Myanmar adalah untuk mengembangkan kompentensi inti dan mempertahankan eksistensi sebagai perusahaan timah. Dengan investasi ini, perusahaan timah pelat merah tersebut berharap bisa memberikan nilai dan keuntungan bagi perusahaan.
Corporate Secretary TINS Agung Nugroho sebelumnya mengakui, pihaknya memang telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Myanmar untuk bisa melakukan eksplorasi timah di negara tersebut. "Yang pasti kita ingin go internasional sesuai permintaan Menteri BUMN," kata dia belum lama ini.
Direktur Utama Timah Sukrisno menambahkan, perseroan selain berencana membuka tambang, juga pabrik pengolahan timah di Myanmar pada tahun depan. "Di Myanmar memang belum ada. Kita akan nambang baru di situ," kata Sukrisno.
Dia menilai, ekspansi ini sejalan dengan langkah perseroan, yang tengah fokus memperbaiki lingkungan serta melakukan eksplorasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(rna)
Lihat Juga :