Sembilan komoditi Sumbar surplus

Rabu, 14 November 2012 - 11:13 WIB
Sembilan komoditi Sumbar...
Sembilan komoditi Sumbar surplus
A A A
Sindonews.com - Kondisi ketersedian Pangan di Sumatera Barat (Sumbar) dari 13 komoditi yang dihasilkan, sembilan komoditi sudah surplus penyediaannya.

Komoditi tersebut antara lain beras, jagung, sayur-sayuran, buah-buahan, daging, telur, ubi kayu, ubi jalar, ikan dan kacang tanah. Sementara 3 komoditi lain, kedelai, dan kacang hiju, dan susu masih minus.

”Ini sangat strategis mengingat Pembangunan Ketahan Pangan baik secara nasional perlu penanganan yang integrasi dan komprehensif,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayinto di gubernuran Sumbar, jalan Jenderal Sudirman Padang, Rabu (14/11/2012).

Lebih lanjut, ia menegaskan, perhatian pemerintah kepada ketahan pangan adalah untuk mengatasi tantangan global dan perubahan iklim. Oleh karena itu harus ada bangunan signegritas antar lintas pelaku, lintas waktu dan lintas wilayah.

“Untuk saat ini kondisi ini terlihat dari data-data evaluasi ketersediaan energi di Sumbar, tahun 2011 mencapai 4.269 Kkal/Kap/hari dan pada tahun 2012 mencapai 5.487 Kkal/kap/hari,” ungkapnya.

Khusus untuk produksi padi Sumbar tahun 2010 sebesar 2.211.240 ton Gabah Kering Giling (GKG). Pada tahun 2011 2.279.602 ton GKG dan tahun 2012 2.397.597 ton GKG. Hal ini telihat meningkatnya produksi padi yang sangat signifikan.

"Mengenai upaya pencapaian surplus 10 ton beras, Sumbar memperoleh target yang akan dicapai 840 ribu ton pada tahun 2014. Dan kelebihan produksi beras ini telah dipasarkan oleh para pedagang kabupaten/kota ke provinsi tetangga seperti ke Provinsi Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumut bagian Selatan," ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan, aspek penganekaragaman konsumsi pangan di Sumbar belum lagi dapat menerapkan pola pangan harapan secara optimal, dimana pola makan beragam bergizi seimbang belum terlaksana secara merata.

Saat ini Sumbar telah menyikapi kebijakan percepatan pencapaian swasembada pangan antara lain melalui Program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) dan penerapan berbagai macam teknologi.

Kemudian juga melalui Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (GEPEMP) dan program peningkatan UMKM yang memberdayaan masyarakat pengelolaan usaha ekonomi yang bergerak disektor UMKM.

Ketiga Program tersebut dalam pelakasanaan telah mendapat fasilitasi dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan oleh Bank Nagari dan BRI. Dalam tahun 2011 penyaluran KUR mencapai Rp 2,03 triliun dengan pelaku usaha 93.591 orang. Sedang tahun 2012 hingga bulan September telah tersalur Rp 2,6 triliun dengan pelaku usaha 141.974 orang.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera
BPS: Ekonomi Pulau Jawa...
BPS: Ekonomi Pulau Jawa & Sumatera Masih Kontraksi
Demi Pemulihan Ekonomi...
Demi Pemulihan Ekonomi Pascapandemi, Pembangunan Trans Sumatera Terus Berlanjut
Ekonomi Lesu, Krakatau...
Ekonomi Lesu, Krakatau Steel Inisiatif Cari Pasar di Sumatera
HD Ikuti Festival Ekonomi...
HD Ikuti Festival Ekonomi Syariah (FEsyar) Regional Sumatera 2020
Ekonomi Sumatera Selatan...
Ekonomi Sumatera Selatan Tumbuh 5,06% di Kuartal I-2024
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
11 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
54 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved