Dekranas Yogyakarta incar modal BUMN
Kamis, 15 November 2012 - 15:53 WIB
Dekranas Yogyakarta incar modal BUMN
A
A
A
Sindonews.com – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Yogyakarta masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan modal dari perbankan. Prosedur yang cukup rumit dan keterbatasan anggunan menyebabkan para pelaku UMKM tidak bankable (layak mendapat pinjaman).
Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Yogyakarta akan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) untuk mencari solusi modal bagi UMKM. Ketua Dekranas kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun mengatakan, sudah bukan rahasia lagi bahwa UMKM sulit mengakses perbankan.
Untuk mendapatkan dana segar, mereka tidak memiliki jaminan dan laporan keuangan yang cukup baik. Padahal, modal sangat diperlukan untuk mengembangkan usahanya. Guna mengatasi hal ini, Dekranas menggandengn BUMN yang memiliki program kemitraan, khususnya yang fokus membantu UMKM dan bisa memberikan kredit murah.
“Dekranas akan menjembatani ini dengan menggandeng UMKM,” jelasnya pada pembukaan pameran Kreasi Istimewa Jogja untuk Indonesia di Atrium Utama Malioboro Mall Jogja, Kamis (15/11/2012).
Menurutnya, banyak perbankan yang menawarkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah. Namun, hal ini tidak bisa didapat karena terbentur administrasi. Padahal di Yogyakarta, mayoritas industri berupa UMKM, yang merupakan industri skala rumah tangga.
“Dekranas siap mendampingi pelaku usaha menjadi profesional dan dapat mengakses permodalam dari perbankan,” tutur Ana, sapaan akrabnya.
Pameran Kreasi Istimewa Jogja untuk Indonesia, ini merupakan pameran yang telah delapan kali dilaksanakan. Ini merupakan salah satu fasilitasi dari Dekranas untuk membantu pelaku UMKM menjual dan menawarkan produknya. Selama pameran, panitia menargetkan transaksi hingga Rp500 juta.
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti berharap dengan gelaran pameran Kreasi Istimewa Jogja untuk Indonesia ini bisa memajukan dunia industri dan usaha di Jogja. Kegiatan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pasar. “Pengusaha harus bisa mengikuti dan menyesuaikan pasar,” tuturnya.
Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Yogyakarta akan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) untuk mencari solusi modal bagi UMKM. Ketua Dekranas kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun mengatakan, sudah bukan rahasia lagi bahwa UMKM sulit mengakses perbankan.
Untuk mendapatkan dana segar, mereka tidak memiliki jaminan dan laporan keuangan yang cukup baik. Padahal, modal sangat diperlukan untuk mengembangkan usahanya. Guna mengatasi hal ini, Dekranas menggandengn BUMN yang memiliki program kemitraan, khususnya yang fokus membantu UMKM dan bisa memberikan kredit murah.
“Dekranas akan menjembatani ini dengan menggandeng UMKM,” jelasnya pada pembukaan pameran Kreasi Istimewa Jogja untuk Indonesia di Atrium Utama Malioboro Mall Jogja, Kamis (15/11/2012).
Menurutnya, banyak perbankan yang menawarkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah. Namun, hal ini tidak bisa didapat karena terbentur administrasi. Padahal di Yogyakarta, mayoritas industri berupa UMKM, yang merupakan industri skala rumah tangga.
“Dekranas siap mendampingi pelaku usaha menjadi profesional dan dapat mengakses permodalam dari perbankan,” tutur Ana, sapaan akrabnya.
Pameran Kreasi Istimewa Jogja untuk Indonesia, ini merupakan pameran yang telah delapan kali dilaksanakan. Ini merupakan salah satu fasilitasi dari Dekranas untuk membantu pelaku UMKM menjual dan menawarkan produknya. Selama pameran, panitia menargetkan transaksi hingga Rp500 juta.
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti berharap dengan gelaran pameran Kreasi Istimewa Jogja untuk Indonesia ini bisa memajukan dunia industri dan usaha di Jogja. Kegiatan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pasar. “Pengusaha harus bisa mengikuti dan menyesuaikan pasar,” tuturnya.
(rna)
Lihat Juga :