Pabrik traktor akan dibangun di Kulonprogo
Kamis, 15 November 2012 - 17:52 WIB
Pabrik traktor akan dibangun di Kulonprogo
A
A
A
Sindonews.com – CV Karya Hidup Sentosa (CKS) berencana mendirikan pabrik traktor quick di Sentolo, Kulonprogo. Saat ini sudah ada lahan seluas 35 hektare di Desa Tuksono yang akan dijadikan lokasi pabrik.
“Pembangunan pabrik akan kita laksanakan secara bertahap,” jelas Presiden Direktur CV Karya Hidup Sentosa Hendro Wijayanto di Yogyakarta, Kamis (15/11/2012).
Menurutnya, ekspansi pabrik di Kulonprogo telah menjadi jawaban atas semakin meningkatnya pasar traktor di tanah air. Saat ini, produksi traktor quick per tahun mencapai 50 ribu unit. Padahal pabrik yang terletak di Jalan Magelang, Yogyakarta sudah kurang representatif dan tidak mungkin diperluas.
Dipilihnya Kulonprogo, ujarnya, tidak lepas dari lokasi pabrik yang tidak terlalu jauh dengan kantor pusat. Disamping itu, biaya produksi termasuk tanah tidak begitu mahal. Padahal di masa mendatang, Kulonprogo akan memiliki bandara dan akses transportasi lainnya.
“Target kita pada awal 2014, pabrik di Tuksono sudah bisa memproduksi,” tuturnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, mengatakan pemkab Kulonprogo akan menjaga iklim investasi tetap kondusif. Pihaknya aka terus memberikan kemudahan dalam hal perijinan dan sarana pendukung lainnya. Asalkan pembangunan pabrik sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).
Kecamatan Sentolo, ujar Hasto, telah ditetapkan sebagai kawasan industri. Untuk itulah, seluruh investor yang akan masuk akan diarahkan di Sentolo. Nantinya, seluruh fasilitas pendukung, seperti jalan, air minum, listrik dan lainnya akan ditingkatkan.
“Pembangunan pabrik akan kita laksanakan secara bertahap,” jelas Presiden Direktur CV Karya Hidup Sentosa Hendro Wijayanto di Yogyakarta, Kamis (15/11/2012).
Menurutnya, ekspansi pabrik di Kulonprogo telah menjadi jawaban atas semakin meningkatnya pasar traktor di tanah air. Saat ini, produksi traktor quick per tahun mencapai 50 ribu unit. Padahal pabrik yang terletak di Jalan Magelang, Yogyakarta sudah kurang representatif dan tidak mungkin diperluas.
Dipilihnya Kulonprogo, ujarnya, tidak lepas dari lokasi pabrik yang tidak terlalu jauh dengan kantor pusat. Disamping itu, biaya produksi termasuk tanah tidak begitu mahal. Padahal di masa mendatang, Kulonprogo akan memiliki bandara dan akses transportasi lainnya.
“Target kita pada awal 2014, pabrik di Tuksono sudah bisa memproduksi,” tuturnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, mengatakan pemkab Kulonprogo akan menjaga iklim investasi tetap kondusif. Pihaknya aka terus memberikan kemudahan dalam hal perijinan dan sarana pendukung lainnya. Asalkan pembangunan pabrik sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).
Kecamatan Sentolo, ujar Hasto, telah ditetapkan sebagai kawasan industri. Untuk itulah, seluruh investor yang akan masuk akan diarahkan di Sentolo. Nantinya, seluruh fasilitas pendukung, seperti jalan, air minum, listrik dan lainnya akan ditingkatkan.
(rna)
Lihat Juga :