Jutawan AS bayar pajak lebih besar

Jum'at, 16 November 2012 - 09:20 WIB
Jutawan AS bayar pajak...
Jutawan AS bayar pajak lebih besar
A A A
Sindonews.com – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan, masyarakat AS yang berpenghasilan tinggi harus membayar pajak lebih besar, serta menolak untuk memperpanjang pemotongan pajak sebesar 2 persen untuk jutawan negara tersebut.

“Seharusnya kita tidak menyulitkan kelas menengah pada saat kita tengah memperdebatkan pemotongan pajak bagi orang kaya,” ujar Obama dalam konferensi pers pertama sejak menang dalam pemilihan umum (pemilu) Presiden AS seperti dikutip BBC, Rabu (14/11) malam waktu setempat.

Dia menambahkan, pihaknya telah menawarkan kompromi jangka pendek kepada partai oposisi, Republik untuk menghindari fiscal cliff dan harus ada kesepakatan yang diperlukan untuk memasukkan undang-undang (UU) kenaikan pajak bagi orang kaya.

Sebelumnya Obama mengatakan bahwa dia bersedia menegosiasikan perbaikan sebelum akhir tahun untuk menghindari kenaikan pajak dan pemangkasan belanja pada 1 Januari tahun depan serta berupaya mencari kesepakatan jangka panjang yang komprehensif guna pengurangan defisit.

“Kami (pemerintah) menghadapi batas waktu yang jelas sehingga mengharuskan kita untuk membuat beberapa keputusan besar pada sektor lapangan pekerjaan, pajak dan defisit pada akhir tahun. Saya terbuka untuk kompromi dan ide baru,” imbuhnya.

Menurut dia, kesepakatan akan mencakup mempertahankan keringanan pajak untuk 98 persen rumah tangga AS yang pendapatannya di bawah USD250.000 per tahun. Namun, dia bersikeras bahwa keringanan pajak serupa untuk jutawan AS harus diakhiri.

Menanggapi hal itu, Kongres Partai Republik menyatakan, pihaknya terbuka untuk meningkatkan pendapatan melalui reformasi pajak, akan tetapi mereka menentang adanya kenaikan pajak untuk orang kaya AS.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
14 menit yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
1 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
2 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
3 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
4 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved