OJK optimistis awal tahun depan beroperasi
Jum'at, 16 November 2012 - 09:37 WIB
OJK optimistis awal tahun depan beroperasi
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis beroperasi pada 1 Januari 2013. Pasalnya, dari sekian banyak persoalan yang dibebankan, tinggal sekitar 10 persen saja yang belum diputuskan. Sebagian besar adalah terkait dengan persoalan teknis.
Ketua Tim Transisi OJK Dumoli S Pardede mengatakan, selama tiga bulan belakangan ini pihaknya telah melakukan pembahasan, mengevaluasi dan melakukan kajian terhadap beberapa hal. “Sebesar 90 persen di antaranya sudah diputuskan. Sisanya sedikit soal teknis,” ujar dia saat dihubungi kemarin.
Dia menjelaskan, beberapa hal yang telah dilakukan tim transisi adalah menyiapkan konsep organisasi. Struktur organisasi OJK tertinggi diduduki tujuh anggota dewan komisioner ditambah dua anggota ex-officio dari Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam- LK) yang merupakan pengambil kebijakan.
Tujuh anggota dewan komisioner kemudian akan masuk ke struktur organisasi yakni Ketua,Wakil Ketua,Ketua Dewan Audit,Anggota Bidang Perlindungan Konsumen, serta Kepala Eksekutif (KE) Perbankan, KE Pasar Modal dan KE Intitusi Keuangan Non- Bank (IKNB). Masing-masing unit kerja tersebut akan dibantu 12 deputi komisioner.
Selain itu, tim telah menyiapkan rencana kerja dan anggaran 2013, di antaranya blue print sistem informasi, konversi semua peraturan ke peraturan OJK, serta membantu koordinasi Dewan Komisioner OJK ke pihak terkait. Pihak terkait yang dimaksud adalah Kementerian Hukum dan HAM, Polri, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Tim transisi juga telah mempersiapkan sejumlah peraturan internal, seperti sumber daya manusia, pengadaan, remunerasi, nota dan surat menyurat dan komite-komite. Kemudian, akan diteruskan untuk membantu dewan komisioner dalam rangka partisipasi OJK di forum koordinasi stabilitas sistem keuangan, hubungan kelembagaan di internasional.
“Serta mempersiapkan rencana aksi, sehingga OJK siap beroperasi tahun 2013 oleh Dewan Komisioner,” ujar Dumoli.
Ketua Tim Transisi OJK Dumoli S Pardede mengatakan, selama tiga bulan belakangan ini pihaknya telah melakukan pembahasan, mengevaluasi dan melakukan kajian terhadap beberapa hal. “Sebesar 90 persen di antaranya sudah diputuskan. Sisanya sedikit soal teknis,” ujar dia saat dihubungi kemarin.
Dia menjelaskan, beberapa hal yang telah dilakukan tim transisi adalah menyiapkan konsep organisasi. Struktur organisasi OJK tertinggi diduduki tujuh anggota dewan komisioner ditambah dua anggota ex-officio dari Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam- LK) yang merupakan pengambil kebijakan.
Tujuh anggota dewan komisioner kemudian akan masuk ke struktur organisasi yakni Ketua,Wakil Ketua,Ketua Dewan Audit,Anggota Bidang Perlindungan Konsumen, serta Kepala Eksekutif (KE) Perbankan, KE Pasar Modal dan KE Intitusi Keuangan Non- Bank (IKNB). Masing-masing unit kerja tersebut akan dibantu 12 deputi komisioner.
Selain itu, tim telah menyiapkan rencana kerja dan anggaran 2013, di antaranya blue print sistem informasi, konversi semua peraturan ke peraturan OJK, serta membantu koordinasi Dewan Komisioner OJK ke pihak terkait. Pihak terkait yang dimaksud adalah Kementerian Hukum dan HAM, Polri, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Tim transisi juga telah mempersiapkan sejumlah peraturan internal, seperti sumber daya manusia, pengadaan, remunerasi, nota dan surat menyurat dan komite-komite. Kemudian, akan diteruskan untuk membantu dewan komisioner dalam rangka partisipasi OJK di forum koordinasi stabilitas sistem keuangan, hubungan kelembagaan di internasional.
“Serta mempersiapkan rencana aksi, sehingga OJK siap beroperasi tahun 2013 oleh Dewan Komisioner,” ujar Dumoli.
(rna)