Prancis dipastikan tak naikkan pajak impor CPO
Sabtu, 17 November 2012 - 10:10 WIB
Prancis dipastikan tak naikkan pajak impor CPO
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia ke Prancis tidak akan terganggu. Pasalnya, rencana kenaikan pajak impor CPO hingga 300 persen yang dibuat Pemerintah Prancis ditolak oleh parlemen negara tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menanggapi kekhawatiran para pengusaha sawit nasional atas kebijakan tersebut. “Sudah ditolak sama Parlemen Prancis,” ujar Bayu ketika dihubungi SINDO, kemarin.
Seperti diketahui, sebelumnya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mendesak pemerintah untuk memprotes rencana Prancis. Pemerintah juga diminta menunda kerja sama ekonomi dengan Prancis sebelum ada penjelasan.
Alasan kesehatan dan lingkungan yang diangkat oleh Pemerintah Prancis sebagai dasar penerapan pajak tinggi dinilai hanya sebagai upaya membangun isu untuk memengaruhi negara-negara Eropa lain.
“Ini bisa memengaruhi penjualan kita. Karena, alasannya demi kesehatan dan lingkungan, padahal faktanya tidak seperti itu,” tegas Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan belum lama ini.
Sementara, Gapki memprediksi volume ekspor CPO produk kelapa sawit seperti palm kernel dan produk turunan lainnya hingga akhir 2012 akan menembus 18 juta ton. Jumlah ini tumbuh 9,09 persen dibandingkan ekspor 2011 sebesar 16,5 juta ton.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gapki Joko Supriyono menyebutkan, sampai September 2012 volume ekspor produk sawit mencapai 15,59 juta ton. Volume ekspor ini meliputi palm kernel sebanyak 3,5 juta ton, CPO sebanyak 5 juta ton, dan produk kelapa sawit lain mencapai 7,09 juta ton.
“Kami memprediksi, sampai akhir tahun ini volume ekspor produk kelapa sawit bisa mencapai lebih dari 18 juta ton,” kata Joko.
Secara total, ekspor kelapa sawit sampai akhir kuartal III/2012 naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, tren ekspor produk ini menurun setiap kuartal. Gapki mencatat, di kuartal I/2012 volume ekspor produk kelapa sawit mencapai 5,45 juta ton.
Pada kuartal II, ekspor menyusut menjadi 5,09 juta ton dan kuartal III turun lagi menjadi 5,05 juta ton. Padahal, tahun lalu ekspor produk kelapa sawit meningkat setiap kuartal.
Di tiga bulan pertama tahun lalu, ekspor produk kelapa sawit sebanyak 4,28 juta ton, kemudian naik jadi 5,2 juta ton di kuartal II, dan naik lagi jadi 5,35 juta ton di kuartal III.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menanggapi kekhawatiran para pengusaha sawit nasional atas kebijakan tersebut. “Sudah ditolak sama Parlemen Prancis,” ujar Bayu ketika dihubungi SINDO, kemarin.
Seperti diketahui, sebelumnya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mendesak pemerintah untuk memprotes rencana Prancis. Pemerintah juga diminta menunda kerja sama ekonomi dengan Prancis sebelum ada penjelasan.
Alasan kesehatan dan lingkungan yang diangkat oleh Pemerintah Prancis sebagai dasar penerapan pajak tinggi dinilai hanya sebagai upaya membangun isu untuk memengaruhi negara-negara Eropa lain.
“Ini bisa memengaruhi penjualan kita. Karena, alasannya demi kesehatan dan lingkungan, padahal faktanya tidak seperti itu,” tegas Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan belum lama ini.
Sementara, Gapki memprediksi volume ekspor CPO produk kelapa sawit seperti palm kernel dan produk turunan lainnya hingga akhir 2012 akan menembus 18 juta ton. Jumlah ini tumbuh 9,09 persen dibandingkan ekspor 2011 sebesar 16,5 juta ton.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gapki Joko Supriyono menyebutkan, sampai September 2012 volume ekspor produk sawit mencapai 15,59 juta ton. Volume ekspor ini meliputi palm kernel sebanyak 3,5 juta ton, CPO sebanyak 5 juta ton, dan produk kelapa sawit lain mencapai 7,09 juta ton.
“Kami memprediksi, sampai akhir tahun ini volume ekspor produk kelapa sawit bisa mencapai lebih dari 18 juta ton,” kata Joko.
Secara total, ekspor kelapa sawit sampai akhir kuartal III/2012 naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, tren ekspor produk ini menurun setiap kuartal. Gapki mencatat, di kuartal I/2012 volume ekspor produk kelapa sawit mencapai 5,45 juta ton.
Pada kuartal II, ekspor menyusut menjadi 5,09 juta ton dan kuartal III turun lagi menjadi 5,05 juta ton. Padahal, tahun lalu ekspor produk kelapa sawit meningkat setiap kuartal.
Di tiga bulan pertama tahun lalu, ekspor produk kelapa sawit sebanyak 4,28 juta ton, kemudian naik jadi 5,2 juta ton di kuartal II, dan naik lagi jadi 5,35 juta ton di kuartal III.
(gpr)
Lihat Juga :