Ada apa di balik pembubaran BP Migas?
Sabtu, 17 November 2012 - 13:03 WIB
Ada apa di balik pembubaran BP Migas?
A
A
A
Sindonews.com - Pembubaran BP Migas baru-baru ini terasa ganjil. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembubaran badan tersebut sebenarnya secara langsung atupun tidak ikut pula menyetujui berdirinya BP Migas lebih dari satu dekade lalu.
Pengamat ekonomi Iksan Modjo menduga ada kongkalikong di balik pembubaran BP Migas. "Yang bermain ya semua uang yang berperan dalam kasus tersebut," ujar Ikhsan Modjo dalam acara Polemik Sindo Radio Network di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
Iksan mempertanyakan ketidakkonsistenan sikap orang-orang di pemerintahan yang dulu menyetujui berdirinya BP Migas namun kini berbalik menyerang badan itu.
"Kasus BP Migas, itu kan yang mutusin dulu jadi BP Migas ya mereka-mereka juga, yang dulu dia sepakati, sekarang kenapa rame-rame lagi, motivasinya apa?" tanya dia.
Sebagai catatan, semua Fraksi di DPR (kecuali satu fraksi kecil), semua partai berbasis islam (termasuk Partai Keadilan, PAN, PPP, PBB, PKB) dan juga partai besar (PDI-P dan Golkar) mendukung ratifikasi dari UU Migas yang melahirkan BP Migas tahun 2001.
Mahfud MD adalah Menteri Pertahanan dan sempat menjadi Menteri Hukum Dan Perundangan-Undangan di era kepemimpinan almarhum Gus Dur.
Kini, pihak-pihak itu malah berbalik mendukung pembubaran BP Migas oleh MK. Mahfud misalnya, yang kini menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), adalah yang memutuskan keberadaan BP Migas tidak sesuai konstitusi. Patut dipertanyakan mengapa dia tidak mempermasalahkan BP Migas saat masih menjadi menteri dulu.
Pengamat ekonomi Iksan Modjo menduga ada kongkalikong di balik pembubaran BP Migas. "Yang bermain ya semua uang yang berperan dalam kasus tersebut," ujar Ikhsan Modjo dalam acara Polemik Sindo Radio Network di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
Iksan mempertanyakan ketidakkonsistenan sikap orang-orang di pemerintahan yang dulu menyetujui berdirinya BP Migas namun kini berbalik menyerang badan itu.
"Kasus BP Migas, itu kan yang mutusin dulu jadi BP Migas ya mereka-mereka juga, yang dulu dia sepakati, sekarang kenapa rame-rame lagi, motivasinya apa?" tanya dia.
Sebagai catatan, semua Fraksi di DPR (kecuali satu fraksi kecil), semua partai berbasis islam (termasuk Partai Keadilan, PAN, PPP, PBB, PKB) dan juga partai besar (PDI-P dan Golkar) mendukung ratifikasi dari UU Migas yang melahirkan BP Migas tahun 2001.
Mahfud MD adalah Menteri Pertahanan dan sempat menjadi Menteri Hukum Dan Perundangan-Undangan di era kepemimpinan almarhum Gus Dur.
Kini, pihak-pihak itu malah berbalik mendukung pembubaran BP Migas oleh MK. Mahfud misalnya, yang kini menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), adalah yang memutuskan keberadaan BP Migas tidak sesuai konstitusi. Patut dipertanyakan mengapa dia tidak mempermasalahkan BP Migas saat masih menjadi menteri dulu.
(gpr)
Lihat Juga :