Industri garmen dan sepatu dikhawatirkan hengkang

Minggu, 18 November 2012 - 11:00 WIB
Industri garmen dan...
Industri garmen dan sepatu dikhawatirkan hengkang
A A A
Sindonews.com - Himpunan Kawasan Industri (HKI) memperingatkan, kenaikan upah minimum hingga Rp2 juta pada 2013 mendatang bisa menyebabkan hijrahnya industri di dalam negeri ke negara lain, khususnya industri garmen dan sepatu dengan merek-merek ternama.

"Khususnya garmen dan sepatu yang memang akan sangat berat. Dikhawatirkan dengan upah minimum yang melambung tinggi, apalagi yang mengandalkan merek seperti Nike, lari ke negara lain," jelas Ketua Umum HKI Sanny Iskandar kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (18/11/2011).

Saat ini, menurut Sanny, pengeluaran untuk upah buruh telah mencapai sekitar 30 persen dari seluruh biaya produksi industri garmen dan sepatu. Peningkatan upah minimum tahun depan akan menambah lagi persentase pengeluaran untuk upah.

"Mereka sekarang 30 persen beban untuk upah, dengan kenaikan upah ini akan menjadi sekitar 35 persen," paparnya.

Bila relokasi industri garmen dan sepatu ini sampai terjadi, lanjut Sanny, tentu semua pihak yang akan rugi. Pasalnya, angka pengangguran akan bertambah, pekerja informal juga tidak bisa masuk ke sektor informal.

"Dan itu akibatnya bertambahnya pengangguran. Angkatan kerja kita 120 juta, yang formal hanya sekitar 50 juta, sisanya informal. Dengan industri-industri yang mengikuti upah minimum, akhirnya pekerja informal tidak dapat berpindah," simpul dia.

Seperti diketahui, awal pekan ini pemerintah mewacanakan penetapan upah minimum buruh hingga Rp2juta pada 2013. "Kalau sektor industri sendiri secara pukul atas, bisa diatas mencapai rata-rata 2 juta. Itu pembicaraan kami dengannya," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat beberapa waktu lalu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
4 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
4 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
4 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
5 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
5 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved