2014, PLTU Anggrek siap beroperasi
Minggu, 18 November 2012 - 13:22 WIB
2014, PLTU Anggrek siap beroperasi
A
A
A
Sindonews.com - Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Anggrek yang berlokasi di Gorontalo, kembali dilanjutkan pembangunannya. Bagian dari program percepatan (fast track program/FTP) 10.000 megawatt (MW) Tahap I tersebut berkapasitas 2x25 MW.
"Sebelumnya, pembangunan PLTU Anggrek sempat terhenti karena kontraktor pelaksana tidak perform dan ada hambatan sosial di lapangan (masalah tanah)," kata Direktur PLN Nur Pamudji dalam siaran pers, Minggu (18/11/2012).
Saat ini, kapasitas terpasang listrik di Gorontalo sekitar 45 MW. Sedangkan, kebutuhan beban puncak mencapai 55 MW. Jadi, masih kekurangan sekitar 10 MW. Namun karena Gorontalo sudah masuk ke dalam sistem jaringan Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), maka kekurangan tersebut bisa terpenuhi oleh sistem.
"Ditargetkan sudah dapat dioperasikan pada 2014," ucapnya.
Diapun memastikan kelistrikan Gorontalo akan lebih baik jika PLTU Anggrek siap beroperasi. "Bila PLTU Anggrek telah beroperasi, kebutuhan energi listrik masyarakat Gorontalo akan tercukupi. Bahkan bisa mengirim energi listrik ke wilayah lain seperti Toli-Toli," tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjanji pihaknya akan mendukung segala hal yang diperlukan PLN dalam membangun energi listrik di provinsi Gorontalo, termasuk pembangunan PLTU Anggrek. Pasalnya, Provinsi Gorontalo memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi, namun terkendala infrastruktur, termasuk energi listrik yang masih terbatas. Akibatnya investor masih enggan menanamkan modal di Gorontalo.
"Dengan dibangunnya pembangkit-pembangkit listrik, kami berharap para investor bergairah menanamkan modal di sini (Gorontalo)," ucap Rusli.
"Sebelumnya, pembangunan PLTU Anggrek sempat terhenti karena kontraktor pelaksana tidak perform dan ada hambatan sosial di lapangan (masalah tanah)," kata Direktur PLN Nur Pamudji dalam siaran pers, Minggu (18/11/2012).
Saat ini, kapasitas terpasang listrik di Gorontalo sekitar 45 MW. Sedangkan, kebutuhan beban puncak mencapai 55 MW. Jadi, masih kekurangan sekitar 10 MW. Namun karena Gorontalo sudah masuk ke dalam sistem jaringan Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), maka kekurangan tersebut bisa terpenuhi oleh sistem.
"Ditargetkan sudah dapat dioperasikan pada 2014," ucapnya.
Diapun memastikan kelistrikan Gorontalo akan lebih baik jika PLTU Anggrek siap beroperasi. "Bila PLTU Anggrek telah beroperasi, kebutuhan energi listrik masyarakat Gorontalo akan tercukupi. Bahkan bisa mengirim energi listrik ke wilayah lain seperti Toli-Toli," tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie berjanji pihaknya akan mendukung segala hal yang diperlukan PLN dalam membangun energi listrik di provinsi Gorontalo, termasuk pembangunan PLTU Anggrek. Pasalnya, Provinsi Gorontalo memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi, namun terkendala infrastruktur, termasuk energi listrik yang masih terbatas. Akibatnya investor masih enggan menanamkan modal di Gorontalo.
"Dengan dibangunnya pembangkit-pembangkit listrik, kami berharap para investor bergairah menanamkan modal di sini (Gorontalo)," ucap Rusli.
(rna)
Lihat Juga :