PLN raih pinjaman dari JBIC USD25 juta
Senin, 19 November 2012 - 11:26 WIB
PLN raih pinjaman dari JBIC USD25 juta
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia menandatangani loan agreement (perjanjian pinjaman) dengan The Japan Bank Of International Cooperation (JBIC) dengan nilai sebesar 2 miliar yen atau setara dengan USD25 juta. Pinjaman ini nantinya akan diteruskan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.
"Jadi pemerintah bertransksi dengan JBIC nanti diserahkan ke PLN. Proyek ini sudah dari tahun 2009. Loan (pinjaman) untuk PLN 2 miliar yen atau 25 juta USD," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan di kantornya, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Nur Pamudji menyebutkan interest rate dari pinajamn tersebut sebesar 1,58 persen dengan tenor 12 tahun. Menurut dia, pinjaman dari JBIC akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Ibu Kota.
"(Pinjaman) ini untuk membangun dua gardu induk, tambah satu kabel bawah tanah. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah bisnis di kawasan Jakarta," jelasnya pada kesempatan yang sama.
Pencairan pinjaman, lanjut Nur Pamudji, akan dilakukan setelah tahapan Subsidiary Loan Agreement (SLA) selesai. Dimungkinkan pencairan pinjaman dilakukan pada awal tahun 2013, sekitar bulan Januari dan Februari.
"Loan ini pada proses pembiayaan 85 persen dari project-nya, yaitu dengan dana pinjaman dan 15 persen lagi disediakan oleh PLN," pungkasnya.
"Jadi pemerintah bertransksi dengan JBIC nanti diserahkan ke PLN. Proyek ini sudah dari tahun 2009. Loan (pinjaman) untuk PLN 2 miliar yen atau 25 juta USD," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan di kantornya, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Nur Pamudji menyebutkan interest rate dari pinajamn tersebut sebesar 1,58 persen dengan tenor 12 tahun. Menurut dia, pinjaman dari JBIC akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Ibu Kota.
"(Pinjaman) ini untuk membangun dua gardu induk, tambah satu kabel bawah tanah. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah bisnis di kawasan Jakarta," jelasnya pada kesempatan yang sama.
Pencairan pinjaman, lanjut Nur Pamudji, akan dilakukan setelah tahapan Subsidiary Loan Agreement (SLA) selesai. Dimungkinkan pencairan pinjaman dilakukan pada awal tahun 2013, sekitar bulan Januari dan Februari.
"Loan ini pada proses pembiayaan 85 persen dari project-nya, yaitu dengan dana pinjaman dan 15 persen lagi disediakan oleh PLN," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :