Pembentukan UPKUH Migas dinilai tidak tepat

Senin, 19 November 2012 - 13:40 WIB
Pembentukan UPKUH Migas...
Pembentukan UPKUH Migas dinilai tidak tepat
A A A
Sindonews.com - Keputusan pemerintah membentuk Unit Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (UPKUH Migas) untuk menggantikan BP Migas dinilai tidak tepat.

Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII) mengemukakan, pemerintah hanya mengganti wajah BP Migas saja, pada dasarnya UPKUH Migas pun juga alat kepentingan asing.

"Pemerintah saat ini jangan mencoba untuk membuat aturan yang akal-akalan, seperti membentuk badan baru yang peran dan fungsinya sama dengan BP migas," tandas Ketua Umum GMII Fadhly Hasyim Alimin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/11/2012).

Dia meminta pemerintah untuk berhenti berpura-pura memihak kepentingan nasional. Dengan pembentukan unit baru di bawah Kementerian ESDM tersebut, pemerintah tidak memindahkan kekuasaan atas hulu migas dari tangan pihak asing.

"Hentikan semua itu, pemerintah jangan bermuka dua lagi, pemerintah harus jelas berpihak kepada kepentingan nasional," tegasnya.

Menurut Fadhly, seharusnya seluruh tugas dan fungsi BP Migas diserahkan kepada PT Pertamina Persero. Dengan menyerahkan kendali industri hulu migas pada Pertamina, lanjutnya, seluruh keuntungan akan masuk ke kas negara.

"Sudah saatnya pemerintah memberikan tupoksi BP migas itu kepada PT Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang keuntungannya 100 persen masuk APBN," ujar Fadhly.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
5 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
5 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
5 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
6 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
6 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
6 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved