Koperasi Karya Mandiri tawarkan pinjaman tanpa bunga
Senin, 19 November 2012 - 14:02 WIB
Koperasi Karya Mandiri tawarkan pinjaman tanpa bunga
A
A
A
Sindonews.com - Penolakan terhadap keberadaan bank keliling yang saat ini meresahkan terus disuarakan masyarakat luas. Bank keliling yang berlindung di balik nama koperasi sudah tidak membantu masyarakat yang sedang buka usaha, namun sebaliknya terjerat dengan renternir.
Ani (45) warga Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kab Bogor mengaku resah dengan keberadaan bank keliling. Menurutnya keberadaan bank keliling, banyak masyarakat yang terjerat dan banyak hutang. "Tetangga saya dikejar-kejar pegawai bank keliling, bahkan saat nagih, memaksa dan memarahi," kata Ani, Senin (19/11/2012).
Hal yang sama diutarakan Nengsih, warga Leuwiliang, Kab Bogor. Menurutnya uang yang ditawarkan bank keliling sangat menjerat masyarakat. Karena bunganya sangat tinggi dan menagihnya secara paksa. "Bukannya membantu malah mencekik ini mah," cetus Nengsih.
Untuk mengatasi keberadaan bank keliling, salah satu koperasi "Karya Mandiri," di Bogor berupaya membuat program pinjaman bergulir tanpa bunga dan jaminan.
Ketua koperasi Karya Mandiri Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan, program pinjaman bergulir tanpa bunga dan jaminan merupakan program pinjaman bagi masyarakat luas yang menginginkannya.
Menurutnya program tersebut tidak memberatkan masyarakat namun sebaliknya sangat menguntungkan, karena masyarakat yang meminjam tidak dikenakan bunga dan tidak memberikan jaminan.
"Yang sudah mendaftarkan untuk meminjam saat ini 7.000," ujar Atty saat memberikan bantuan sembako kepada 1.000 anggotanya, di kantornya di Jalan Sukamulya, Bogor, Senin (19/11/12).
Menurur Atty, untuk besar bantuan program tersebut mulai dari Rp300 ribu sampai dengan Rp1,2 juta. Dengan pinjaman tersebut, maka pihaknya telah mengacu pada syariah Islam dan tanpa adanya riba.
Namun, kata Atty, dengan adanya program tersebut, maka pihaknya saat ini banyak dimusuhi para pemilik bank keliling. "Resikonya saya dimusuhi para pemilik bank keliling." katanya.
Atty menjelaskan, program tersebut sebagai wujud kepedulian kepada warga dan anggota Koperasi Karya Mandiri khususnya kaum perempuan dan ibu rumah tangga.
Selain program tersebut, Koperasi Karya Mandiri juga mengadakan penjualan sembako murah dan terjangkau. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Majelis Al-Marifat Rt 03 Rw 04 Kelurahan Tegallega Kecamatan Bogor Tengah yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Rudy Harsa Tanaya.
Menurut Atty, penjualan sembako murah dan terjangkau berupa minyak sayur Bimoli dengan harga Rp3.000/liter sedangkan harga pasar adalah Rp13.000/liter.
Pelaksanaan tersebut, katanya, sebagai komitmen untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada anggota koperasi Karya Mandiri melalui program-progam nyata yang dapat meringankan beban ekonomi ibu rumah tangga untuk menumbuhkan kesadaran berempati guna kesejahteraan di kalangan anggota koperasi Karya Mandiri itu sendiri dan masyarakat luas.
Ani (45) warga Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kab Bogor mengaku resah dengan keberadaan bank keliling. Menurutnya keberadaan bank keliling, banyak masyarakat yang terjerat dan banyak hutang. "Tetangga saya dikejar-kejar pegawai bank keliling, bahkan saat nagih, memaksa dan memarahi," kata Ani, Senin (19/11/2012).
Hal yang sama diutarakan Nengsih, warga Leuwiliang, Kab Bogor. Menurutnya uang yang ditawarkan bank keliling sangat menjerat masyarakat. Karena bunganya sangat tinggi dan menagihnya secara paksa. "Bukannya membantu malah mencekik ini mah," cetus Nengsih.
Untuk mengatasi keberadaan bank keliling, salah satu koperasi "Karya Mandiri," di Bogor berupaya membuat program pinjaman bergulir tanpa bunga dan jaminan.
Ketua koperasi Karya Mandiri Bogor, Atty Somaddikarya mengungkapkan, program pinjaman bergulir tanpa bunga dan jaminan merupakan program pinjaman bagi masyarakat luas yang menginginkannya.
Menurutnya program tersebut tidak memberatkan masyarakat namun sebaliknya sangat menguntungkan, karena masyarakat yang meminjam tidak dikenakan bunga dan tidak memberikan jaminan.
"Yang sudah mendaftarkan untuk meminjam saat ini 7.000," ujar Atty saat memberikan bantuan sembako kepada 1.000 anggotanya, di kantornya di Jalan Sukamulya, Bogor, Senin (19/11/12).
Menurur Atty, untuk besar bantuan program tersebut mulai dari Rp300 ribu sampai dengan Rp1,2 juta. Dengan pinjaman tersebut, maka pihaknya telah mengacu pada syariah Islam dan tanpa adanya riba.
Namun, kata Atty, dengan adanya program tersebut, maka pihaknya saat ini banyak dimusuhi para pemilik bank keliling. "Resikonya saya dimusuhi para pemilik bank keliling." katanya.
Atty menjelaskan, program tersebut sebagai wujud kepedulian kepada warga dan anggota Koperasi Karya Mandiri khususnya kaum perempuan dan ibu rumah tangga.
Selain program tersebut, Koperasi Karya Mandiri juga mengadakan penjualan sembako murah dan terjangkau. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Majelis Al-Marifat Rt 03 Rw 04 Kelurahan Tegallega Kecamatan Bogor Tengah yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Rudy Harsa Tanaya.
Menurut Atty, penjualan sembako murah dan terjangkau berupa minyak sayur Bimoli dengan harga Rp3.000/liter sedangkan harga pasar adalah Rp13.000/liter.
Pelaksanaan tersebut, katanya, sebagai komitmen untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada anggota koperasi Karya Mandiri melalui program-progam nyata yang dapat meringankan beban ekonomi ibu rumah tangga untuk menumbuhkan kesadaran berempati guna kesejahteraan di kalangan anggota koperasi Karya Mandiri itu sendiri dan masyarakat luas.
(gpr)
Lihat Juga :