REI DIY desak penyediaan bank tanah

Senin, 19 November 2012 - 15:51 WIB
REI DIY desak penyediaan...
REI DIY desak penyediaan bank tanah
A A A
Sindonews.com - Real Estate Indonesia (REI) DIY, mendesak pemerintah menyediakan fasilitas land banking atau bank tanah. Fasilitas ini sangat diperlukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui rumah tapak sejahtera (RTS).

Menyusul tingginya harga tanah di DIY Ketua DPD REI DIY, Remigius Edy Waluyo mengatakan, kebutuhan rumah untuk hunian di DIY masih tinggi. Kebutuhan ini mencapai 100.000 hunian per tahun.

Harga tanah yang mahal, menyulitkan bagi warga berpenghasilan rendah untuk bisa mengakses kredit perumahan. Sebab kebanyakan pengembang justru mengincar perumahan dengan kelas menengah.

REI, ujarnya, akan terus komitmen untuk membangun RTS melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Mengingat rumah merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang harus dipenuhi.

“Disinilah bank tanah sangat diperlukan, untuk memenuhi kebutuhan rumah melalui FLPP,” terangnya di DIY, Senin (19/11/2012).

Menurutnya, bank tanah bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan Pakualaman (Pakualam Ground) ataupun Sultan Ground. Ini akan memudahkan bagi warga miksin bisa mengakses untuk mendapatkan rumah.

Kebijakan pemeritah melalui program FLPP, sudah berjalan bagus. Namun program ini banyak diakses oleh amsyarakat dengan penghasilan tetap seperti PNS dan Polri. Padahal di DIY, banyak masyarakat yang hidup dari sektor non formal, seperti pedagang kaki lima dan UMKM. “Mereka ini sulit untuk bisa menadpatkan kredit dari bank,” jelasnya.

Menurutnya, program FLPP hanya bisa dilaksanakan di Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Jika ini terealisasi kuota rumah yang diperlukan mencapai 2.000 unit.

Sementara itu Direktur Sinar Waluyo Grup, Onggo Hartono mengaku telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Giripeni, Wates yang akan dijadikan sebagai perumahan.

Namun type yang akan diangun justru untuk kriteria kelas menengah, dengan sasaran PNS. Sedangkan untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah belum ada konsep. “Kulonprogo beda dengan daerah lain, harus jeli melihat pasar,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
REI Dukung Pemerintah...
REI Dukung Pemerintah Pulihkan Real Estate
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Bos Chalidana Group,...
Bos Chalidana Group, H Mochamad Ilyas Maju Jadi Ketua REI Jatim 2024-2027
DPD REI Sulsel Musda...
DPD REI Sulsel Musda 19 Oktober, 7 Nama Menguat Perebutkan Kursi Ketua
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved