Pedagang daging di Tegal keluhkan pasokan
Senin, 19 November 2012 - 19:34 WIB
Pedagang daging di Tegal keluhkan pasokan
A
A
A
Sindonews.com - Harga daging sapi yang meningkat di Jakarta hingga mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg) memang tidak terjadi di daerah Tegal, namun di daerah ini para pedagang daging mulai kesulitan mendapatkan pasokan daging.
Kalaupun ada pasokan, kualitas maupun harganya jauh lebih mahal dibandingkan sebelumnya. Kondisi seperti ini mulai dirasakan pedagang amat memberatkan.
"Daging sapi sekarang susah dicari. Kalau ada, daging yang dipasok kualitasnya tidak sebagus dulu," kata salah satu pedagang daging di Pasar Pagi Tegal, Khodijah (48), Senin (19/11/2012).
Dia mengaku, mendapatkan pasokan daging sapi dari Pekalongan. Setiap harinya dia memasok lebih dari 10 kg daging sapi. Dari jumlah itu, sedikitinya 2 kg merupakan daging yang kotor.
Daging kotor itu merupakan daging yang penuh dengan anggota daging lain seperti tetelan daging dan sejenisnya. Praktis, pedagang harus membersihkannya sendiri mengingat pembeli banyak yang lebih suka daging murni yang tanpa tetelan.
Selain itu, harga dari pemasok daging juga meningkat. Sebelumnya setiap kg daging harganya Rp70.000. Tapi sekarang harganya naik menjadi Rp72.000 per kg. "Harga dari pemasok naik Rp2.000. Padahal biaya angkut, kami yang menanggungnya sendiri," katanya.
Harga daging sapi sendiri di tempatnya mencapai Rp75.000-80.000 per kg. Harga itu stabil sejak Hari Raya Idul Adha. "Harga segitu saja kadang pembeli menawarnya lebih murah," tandasnya.
Kalaupun ada pasokan, kualitas maupun harganya jauh lebih mahal dibandingkan sebelumnya. Kondisi seperti ini mulai dirasakan pedagang amat memberatkan.
"Daging sapi sekarang susah dicari. Kalau ada, daging yang dipasok kualitasnya tidak sebagus dulu," kata salah satu pedagang daging di Pasar Pagi Tegal, Khodijah (48), Senin (19/11/2012).
Dia mengaku, mendapatkan pasokan daging sapi dari Pekalongan. Setiap harinya dia memasok lebih dari 10 kg daging sapi. Dari jumlah itu, sedikitinya 2 kg merupakan daging yang kotor.
Daging kotor itu merupakan daging yang penuh dengan anggota daging lain seperti tetelan daging dan sejenisnya. Praktis, pedagang harus membersihkannya sendiri mengingat pembeli banyak yang lebih suka daging murni yang tanpa tetelan.
Selain itu, harga dari pemasok daging juga meningkat. Sebelumnya setiap kg daging harganya Rp70.000. Tapi sekarang harganya naik menjadi Rp72.000 per kg. "Harga dari pemasok naik Rp2.000. Padahal biaya angkut, kami yang menanggungnya sendiri," katanya.
Harga daging sapi sendiri di tempatnya mencapai Rp75.000-80.000 per kg. Harga itu stabil sejak Hari Raya Idul Adha. "Harga segitu saja kadang pembeli menawarnya lebih murah," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :