AS akan terhindar dari jurang fiskal

Selasa, 20 November 2012 - 10:20 WIB
AS akan terhindar dari...
AS akan terhindar dari jurang fiskal
A A A
Sindonews.com - Pemimpin Minoritas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi meyakini Parlemen AS akan mencapai kesepakatan pada pertengahan Desember mendatang untuk menghindari kesenjangan fiscal.

Pelosi juga memastikan, akan tetap mempertahankan kebijakan kenaikan pajak untuk miliarder di Negeri Paman Sam.

“Saya tidak akan setuju jika ada perubahan perjanjian tarif pajak untuk orang kaya sebagaimana Partai Republik menyatakan keberatannya,” ujar dia dalam sebuah wawancara dilansir AFP, kemarin.

Dia menambahkan, Presiden AS Barack Obama telah menjelaskan dalam kampanyenya bahwa saat ini tidak ada sumber daya yang cukup.Untuk itu, lanjutnya, masyarakat Washington berpenghasilan tinggi harus membayar bagiannya secara adil.

Seperti diketahui, jurang fiskal merupakan sebuah hukum yang disepakati oleh Partai Republik dan Demokrat pada Agustus 2011 lalu, di mana didalamnya disepakati pemotongan anggaran secara otomatis sebesar USD600 miliar dan pemangkasan pajak yang berakhir pada 1 Januari tahun depan.

Namun hal tersebut kemungkinan mengancam negara dengan perekonomian terbesar dunia kembali masuk ke dalam resesi.

Sementara itu, setelah menggelar pertemuan dengan Obama pasca terpilih kembali menjadi Presiden AS, pemimpin kongres mencoba menuntaskan kesepakatan jangka panjang mengenai pengurangan defisit yang meliputi pendapatan lebih besar serta pemangkasan anggaran belanja.

Menanggapi hal itu Ketua DPR AS John Boehner memaparkan, Partai Republik yang memegang mayoritas majelis rendah, akan menerima keputusan kenaikan pendapatan selama disertai dengan pemotongan belanja yang signifikan.

Lebih lanjut Pelosi mengutarakan, para negosiator di Kongres AS tengah bekerja keras dalam upaya mencegah bencana yang diakibatkan oleh kesenjanagan fiskal.

“Semoga pada pertengahan Desember mendatang sudah didapatkan persetujuan guna menghindari kesenjangan fiskal sehingga mengembalikan kepercayaan pasar,”tuturnya.

Dia menambahkan, yang terpenting saat ini adalah kepercayaan dari konsumen dalam mengembalikan permintaan dalam perekonomian AS sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Pada saat yang sama, pemimpin Parlemen AS juga menyatakan keyakinannya, bahwa pihaknya dapat mencapai kesepakatan untuk menghindari tebing fiskal.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
1 jam yang lalu
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
2 jam yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
3 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
4 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved