Penjualan daging sapi di Depok belum normal
Selasa, 20 November 2012 - 11:04 WIB
Penjualan daging sapi di Depok belum normal
A
A
A
Sindonews.com - Kenaikan harga daging sapi rupanya mempengaruhi aktivitas pemotongan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tapos, Depok. Aktivitas bahkan sempat terhenti selama empat hari akibat kenaikan harga daging.
Harga daging sapi saat ini mencapai Rp95 ribu per kilogram (kg) atau naik Rp10 ribu per kg bila dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
Kepala Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tapos, Kota Depok Alvian, mengatakan aktivitas pemotongan sapi terhenti sejak Kamis 15 November. Hal itu disebabkan karena tidak ada pasokan sapi ke RPH milik pemerintah Kota Depok. Menurut Alvian, pedagang juga sempat melakukan aksi mogok menjual sapi.
"Jika ada yang melakukan pemotongan hewan, itu dilakukan untuk perseorangan seperti untuk hajatan. Bukan untuk dijual di pasar," katanya kepada wartawan, Selasa (20/11/2012).
Alvian menambahkan, pedagang juga tidak berani untuk memasok daging banyak. Hal itu disebabkan karena mahalnya harga daging di Kota Depok. Kondisi tersebut tentunya berpengaruh terhadap permintaan pemotongan sapi di RPH Tapos.
Saat ini, kata Alvian, aktivitas pemotongan hewan tersebut mulai berjalan kembali. Namun kuantitas daging yang dipotong hanya delapan puluh persen dari biasanya. Rata-rata RPH Tapos memotong sampai 80 ekor sapi setiap harinya atau sama dengan enam sampai delapan ton.
Sementara itu pedagang daging sapi di Pasar Depok Jaya, Edi, mengatakan dirinya hanya menjual sapi sebanyak 50 persen dari jumlah biasanya. Sebab, harga daging sapi saat ini mahal sehingga permintaan konsumen menurun. "Padahal minggu kemarin Rp85 ribu per kg," ujarnya.
Harga daging sapi saat ini mencapai Rp95 ribu per kilogram (kg) atau naik Rp10 ribu per kg bila dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
Kepala Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tapos, Kota Depok Alvian, mengatakan aktivitas pemotongan sapi terhenti sejak Kamis 15 November. Hal itu disebabkan karena tidak ada pasokan sapi ke RPH milik pemerintah Kota Depok. Menurut Alvian, pedagang juga sempat melakukan aksi mogok menjual sapi.
"Jika ada yang melakukan pemotongan hewan, itu dilakukan untuk perseorangan seperti untuk hajatan. Bukan untuk dijual di pasar," katanya kepada wartawan, Selasa (20/11/2012).
Alvian menambahkan, pedagang juga tidak berani untuk memasok daging banyak. Hal itu disebabkan karena mahalnya harga daging di Kota Depok. Kondisi tersebut tentunya berpengaruh terhadap permintaan pemotongan sapi di RPH Tapos.
Saat ini, kata Alvian, aktivitas pemotongan hewan tersebut mulai berjalan kembali. Namun kuantitas daging yang dipotong hanya delapan puluh persen dari biasanya. Rata-rata RPH Tapos memotong sampai 80 ekor sapi setiap harinya atau sama dengan enam sampai delapan ton.
Sementara itu pedagang daging sapi di Pasar Depok Jaya, Edi, mengatakan dirinya hanya menjual sapi sebanyak 50 persen dari jumlah biasanya. Sebab, harga daging sapi saat ini mahal sehingga permintaan konsumen menurun. "Padahal minggu kemarin Rp85 ribu per kg," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :