Asia-Pasifik siapkan skema FTA baru

Rabu, 21 November 2012 - 09:56 WIB
Asia-Pasifik siapkan...
Asia-Pasifik siapkan skema FTA baru
A A A
Sindonews.com - Negara-negara di kawasan Asia Pasifik akan melakukan perundingan dengan target utama membuat kesepakatan perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) di kawasan itu.

Di antara negara-negara yang terlibat adalah China, Jepang, dan Korea Selatan. Pertemuan tersebut akan digelar di selasela Konferensi Tingkat Tinggi Association of Southeast Asian Nations (KTT ASEAN) di Phnom Penh, Kamboja.

AFP menyebutkan, sebagai langkah awal, pertemuan tersebut akan diikuti para menteri perdagangan. Negosiasi tersebut juga diikuti 13 negara anggota ASEAN yang menjadi tuan rumah ASEAN Summit.

“Upaya itu untuk mencoba mengisolasi dua isu. Integrasi ekonomi di masa mendatang karena semua pihak akan mendapatkan keuntungan dari arsitektur baru di bidang ekonomi,” kata Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan,dikutip AFP kemarin.

Rencana tersebut dikemukakan di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang terkait sengketa kepulauan yang sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Skema FTA itu juga kemungkinan melibatkan Amerika Serikat (AS).

Hal ini dibuktikan dengan kedatangan Presiden AS Barack Obama yang menghadiri KTT ASEAN di Kamboja. Kemarin Obama menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao dan para pemimpin negara-negara ASEAN.

Obama mengungkapkan, pendekatan kooperatif dan konstruktif antara China dan AS telah dibawa guna melayani hubungan kedua negara. “Tetapi, butuh aturan yang jelas untuk perdagangan internasional,” imbuhnya.

Sementara, Wen mengutarakan, kerja sama ekonomi akan ditingkatkan sebagai sarana untuk mengatasi kesulitan yang dimiliki serta menyelesaikan perbedaan dan perselisihan antara negara ASEAN.

Seperti diketahui, China, Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei Darusalam telah mengklaim wilayah dari laut China Selatan yang berbentuk “U”, jalur penting di dunia pelayaran serta diyakini kaya akan bahan bakar fosil.

Para pejabat Korea Selatan (Korsel) memaparkan, China, Jepang dan Korsel dijadwalkan untuk memulai pembicaraan perdagangan pada Selasa (20/11) sore untuk membicarakan kemungkinan zona perdagangan bebas.

Sedangkan negara ASEAN beserta China, Jepang,Korsel, India, Australia dan Selandia Baru tengah terlibat dalam dialog Kemitraan Komprehensif Ekonomi Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) yang bertujuan guna memperkuat perdagangan regional.

Saat ini AS memimpin negosiasi Trans-Pasific Partnership (TPP) yang melibatkan empat negara ASEAN yakni Singapura, Brunei, Malaysia dan Vietnam.

Staf senior presiden Ben Rhodes mengatakan,kedatangan Obama dalam KTT tersebut ditujukan untuk menekan Chinaterhadapisuyangsensitif, di mana akan mengendalikan perilaku di perairan yang diperebutkan.

“Kami ingin melihat momentum yang terus menerus pada proses diplomatik. ASEAN perlu berbicara dengan China mengenai kode etik,” ujarnya dikutip AFP, kemarin.

BBC melaporkan, KTT ASEAN pada Juli lalu tidak menghasilkan kesepakatan apa pun,dengan China menghadapi tuduhan menggunakan kekuasaan guna memaksa tuan rumah Kamboja untuk menjaga masalah teritorial dari agenda.

Menanggapi hal itu Kamboja menyatakan, saat ini negaranegara ASEAN telah sepakat untuk tidak menginternasionalisasi permasalahan, melainkan bernegosiasi sebagai sebuah blok,di mana Beijing telah mendorong hal itu sebelumnya. Tetapi, pada Senin (19/11) Filipina mengutarakan, kesepakatan yang akan dicapai merupakan hak masing-masing negara dalam membela kepentingan nasionalnya.

Pada saat yang sama PM Jepang Yoshihiko Noda menyuarakan keprihatinan keamanan dalam pertemuan dengan Obama, pasalnya saat ini negaranya tengah terlibat sengketa kepulauan dengan Beijing.

“Dengan memburuknya lingkungan keamanan di Asia Timur, saat ini aliansi antara Jepang dengan AS sangat penting,” papar dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
14 menit yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
25 menit yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
28 menit yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
3 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
4 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved