Moodys pangkas rating kredit Prancis

Rabu, 21 November 2012 - 10:03 WIB
Moodys pangkas rating...
Moodys pangkas rating kredit Prancis
A A A
Sindonews.com - Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investor Service, memangkas peringkat utang atas Prancis satu level menjadi “Aa1” dari sebelumnya “AAA” dengan outlook negatif.

Keputusan tersebut kemungkinan dapat berakibat pada penurunan lebih lanjut dalam jangka menengah. Downgrade Moody’s mengikuti langkah lembaga pemeringkat lain, yakni Standard and Poor (S&P) yang sebelumnya memotong peringkat kredit Prancis pada Januari lalu.

Sebaliknya Fitch Ratings tetap mempertahankan peringkat utang negara yang terletak di Eropa Barat itu di level tertinggi.

Moody’s menyatakan, keputusan menurunkan peringkat utang menunjukkan bahwa secara struktural ekonomi Prancis memasuki masa penuh tantangan, termasuk ketatnya pasar tenaga kerja di negara itu.

“Selain itu, para ekonom juga melihat prospek pertumbuhan yang terbatas untuk Paris karena masih berlangsungnya krisis utang zona euro serta adanya peringatan pertumbuhan yang mengecewakan di kuartal mendatang,” ujar Moody’s dalam pernyataan resminya seperti dikutip CNN Money, Senin (19/11) waktu setempat.

Lembaga tersebut menambahkan, posisi fiskal negara serta adanya ekposur dari gejolak blok mata uang tunggal, merupakan kontribusi lain dalam penurunan peringkat Prancis.

Menurut Moody’s, peran Prancis terhadap Eropa melalui hubungan perdagangan dan sistem perbankan saat ini sangat besar. Sementara kewajiban guna mendukung anggota kawasan Benua Biru lainnya telah meningkat.

Meski begitu, Prancis dianggap masih dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan negara-negara tetangganya di Eropa. Salah satunya karena Paris telah berkomitmen mengenai reformasi struktural dan fiskal, selain itu biaya utang Prancis tetap rendah dengan rata-rata yield obligasi 10 tahun hanya dua persen dalam beberapa bulan terakhir.

Hal tersebut menunjukkan, bahwa investor tidak memandang Prancis sebagai negara dengan risiko kredit yang tinggi.

Menteri Keuangan Prancis Pierre Moscovici mengatakan, penurunan peringkat utang merupakan tuduhan manajemen masa lalu sebagai referensi pemerintah sebelumnya.Keputusan tersebut akan mendorong pemerintahan Presiden Prancis Francois Hollande dalam mempercepat diberlakukannya reformasi ekonomi.

“Meski Moody’s memotong rating kredit Prancis, utang negara masih termasuk yang paling likuid dan dapat diandalkan di zona euro,” ungkapnya, sebagaimana dilansir AFP.

Downgrade peringkat utang merupakan pukulan bagi Hollande yang telah mendorong adanya kebijakan peningkatan pajak di negaranya. Hollande juga mendesak Jerman agar memberi dana bantuan lebih banyak guna memerangi masalah utang zona euro.

Sebelumnya, Hollande berjanji mempercepat langkahlangkah reformasi termasuk proposal baru guna mendorong sektor industri Prancis lebih kompetitif.

Pada kesempatan tersebut, Moody’s menyatakan,langkahlangkah yang dilakukan Pemerintah Prancis tampaknya tidak akan cukup untuk memulihkan daya saing. Pasalnya rekam jejak Prancis dalam mengefektifkan kebijakan selama dua dekade terakhir dianggap tidak berhasil.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkitkan Ekonomi,...
Bangkitkan Ekonomi, Prancis Anggarkan Rp1.750 Triliun
Tolak Putus Hubungan...
Tolak Putus Hubungan Ekonomi dari China, Menkeu Prancis Sebut Ilusi
Imbangi Dampak Covid-19,...
Imbangi Dampak Covid-19, Prancis Disarankan Jual 'Mona Lisa' Rp806 Triliun
IMF: Prancis Akan Terdepak...
IMF: Prancis Akan Terdepak dari 10 Besar Ekonomi Global
Ekonomi Argentina Bisa...
Ekonomi Argentina Bisa Terkerek 0,25% jika Menang Lawan Prancis di Piala Dunia 2022
Indonesia-Prancis Dorong...
Indonesia-Prancis Dorong Kerja Sama Ekonomi, Fokus Investasi dan Teknologi Hijau
Berita Terkini
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
14 menit yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
25 menit yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
28 menit yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
3 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
4 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved