2013, Timah modifikasi kapal senilai Rp217 M
Rabu, 21 November 2012 - 12:13 WIB
2013, Timah modifikasi kapal senilai Rp217 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Timah Tbk (TINS) pada tahun depan akan melakukan modifikasi kapal keruk dilengkapi dengan pipa hisap, dengan nilai investasi mencapai Rp217 miliar.
"Yang tadinya hanya mengeruk juga menyedot, sehingga lebih efisien," kata Direktur Utama PT Timah Tbk Sukrisno dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Mengenai nilai investasi modifikasi kapal keruk tersebut, Sukrisno menyebutkan, dialokasikan dana sebesar Rp217 miliar. Dengan dilakukannya modifikasi kapal keruk tersebut, maka diharapkan akan meningkatkan produktivitas.
"Produktifitas meningkat karena cakupan kapal, yang tadinya hanya bisa 30 meter, ini bisa 70 meter. Daya juga lebih rendah karena bisa mengeruk dan menyedot," ujarnya.
Sementara itu, perseroan ada kuartal III tahun ini mencatat penurunan laba bersih sebesar 57 persen menjadi Rp370 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp860 miliar.
Turunnya laba bersih perusahaan timah pelat merah tersebut pada kuartal III tahun ini seiring menurunnya pendapatan sebesar 12 persen menjadi Rp6,01 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,82 triliun.
Meski olume penjualan logam timah dalam sembilan tahun ini tercatat naik 7 persen menjadi 26.921 metrik ton (MT) dibanding periode yang sama tahun lalu 25.266 MT, namun menurunnya harga logam timah menyebabkan laba bersih perseroan merosot.
Harga rata-rata logam timah perseroan pada kuartal III tahun ini tercatat menurun 24 persen menjadi USD21.532 per MT dari USD28.440 per MT pada periode yang sama tahun lalu.
"Yang tadinya hanya mengeruk juga menyedot, sehingga lebih efisien," kata Direktur Utama PT Timah Tbk Sukrisno dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Mengenai nilai investasi modifikasi kapal keruk tersebut, Sukrisno menyebutkan, dialokasikan dana sebesar Rp217 miliar. Dengan dilakukannya modifikasi kapal keruk tersebut, maka diharapkan akan meningkatkan produktivitas.
"Produktifitas meningkat karena cakupan kapal, yang tadinya hanya bisa 30 meter, ini bisa 70 meter. Daya juga lebih rendah karena bisa mengeruk dan menyedot," ujarnya.
Sementara itu, perseroan ada kuartal III tahun ini mencatat penurunan laba bersih sebesar 57 persen menjadi Rp370 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp860 miliar.
Turunnya laba bersih perusahaan timah pelat merah tersebut pada kuartal III tahun ini seiring menurunnya pendapatan sebesar 12 persen menjadi Rp6,01 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,82 triliun.
Meski olume penjualan logam timah dalam sembilan tahun ini tercatat naik 7 persen menjadi 26.921 metrik ton (MT) dibanding periode yang sama tahun lalu 25.266 MT, namun menurunnya harga logam timah menyebabkan laba bersih perseroan merosot.
Harga rata-rata logam timah perseroan pada kuartal III tahun ini tercatat menurun 24 persen menjadi USD21.532 per MT dari USD28.440 per MT pada periode yang sama tahun lalu.
(rna)
Lihat Juga :