Harga stabil, inflasi DIY diprediksi rendah
Rabu, 21 November 2012 - 17:53 WIB
Harga stabil, inflasi DIY diprediksi rendah
A
A
A
Sindonews.com – Inflasi harga di provinsi DIY pada bulan November ini diprediksi rendah. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY menengarai, besaran inflasi dalam kisaran 0,2-0,4 persen.
Ketua Tim Teknis TPID DIY Djoko Raharto mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga komoditas barang kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional. Bahkan sampai dengan 20 November lalu, secara umum harga masioh terkendali dan terjaga.
Ini akan memberikan andil positif terhadap inflasi yang diperkirakan rendah. “Kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan bulan lalu, maupun periode yang sama tahun lalu, antara 0,2 hingga 0,4 persen,” jelas Djoko di Yogyakarta, Rabu (21/11/2012).
Dari hasil pantauan, ujarnya, kelompok bahan makanan akan memberikan andil terbesar dalam inflasi mendatang. Ini bisa dilihat dengan naiknya harga komoditas, seperti daging sapi, bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, dan jeruk.
Sedangkan untuk harga beras hanya naik tipis. Kenaikan harga di kelompok bahan makanan tersebut agak tertahan oleh penuruhan harga beberapa komoditas, seperti minyak goreng, daging ayam ras, cabe dan beberapa komoditas lainnya.
Pada kelompok makanan jadi, juga ada kecenderungan terjadi sedikit kenaikan harga yang bersumber dari kenaikan harga nasi, bubur, sate, dan rokok. Sementara itu, untuk komoditas soto yang bobot inflasinya tinggi, harganya justru turun.
“Kelompok perumahan juga sedikit naik harganya,” jelasnya.
Kenaikan kelompok perumahan ini, menjadi dampak dari kenaikan biaya upah asisten rumah tangga, semen dan biaya sewa rumah. Sedangkan, untuk kelompok barang yang lain secara umum stabil, bahkan harga emas di bulan ini turun.
Ketua Tim Teknis TPID DIY Djoko Raharto mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan harga komoditas barang kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional. Bahkan sampai dengan 20 November lalu, secara umum harga masioh terkendali dan terjaga.
Ini akan memberikan andil positif terhadap inflasi yang diperkirakan rendah. “Kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan bulan lalu, maupun periode yang sama tahun lalu, antara 0,2 hingga 0,4 persen,” jelas Djoko di Yogyakarta, Rabu (21/11/2012).
Dari hasil pantauan, ujarnya, kelompok bahan makanan akan memberikan andil terbesar dalam inflasi mendatang. Ini bisa dilihat dengan naiknya harga komoditas, seperti daging sapi, bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, dan jeruk.
Sedangkan untuk harga beras hanya naik tipis. Kenaikan harga di kelompok bahan makanan tersebut agak tertahan oleh penuruhan harga beberapa komoditas, seperti minyak goreng, daging ayam ras, cabe dan beberapa komoditas lainnya.
Pada kelompok makanan jadi, juga ada kecenderungan terjadi sedikit kenaikan harga yang bersumber dari kenaikan harga nasi, bubur, sate, dan rokok. Sementara itu, untuk komoditas soto yang bobot inflasinya tinggi, harganya justru turun.
“Kelompok perumahan juga sedikit naik harganya,” jelasnya.
Kenaikan kelompok perumahan ini, menjadi dampak dari kenaikan biaya upah asisten rumah tangga, semen dan biaya sewa rumah. Sedangkan, untuk kelompok barang yang lain secara umum stabil, bahkan harga emas di bulan ini turun.
(rna)
Lihat Juga :