Mamuju, lahan rotan dan sawit terbesar
Kamis, 22 November 2012 - 07:04 WIB
Mamuju, lahan rotan dan sawit terbesar
A
A
A
Sindonews.com - Dengan luas wilayah hampir setengah dari luas Sulewesi Barat (Sulbar), Mamuju menjadi daerah penghasil rotan dan sawit terbesar di provinsi ini. Potensi kedua komoditi ini tersebar hampir di seluruh kecamatan.
Kepala Dinas Kopperindag Sulbar, Samiran, menyebutkan, potensi rotan yang terdapat di Kabupaten Mamuju terluas di Sulbar. Yakni lebih dari 341.036 ribu hektar. Rotan itu tumbuh di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas.
Dari data yang berhasil dihimpun, empat kabupaten lainnya di Sulbar pun memiliki potensi rotan. Yaitu secara berurutan Kabupaten Mamuju Utara (Matra) seluas 91.893 hektar, Mamasa seluas 64.970 hektar, Polewali Mandar (Polman) seluas 54.225 hektar dan Majene seluas 43.478 hektar
"Rotan di Mamuju tersebar di Kecamatan Tapalang, Kalukku, Tommo, Budong-Budong, Karossa, Bonehau dan Kalumpang. Dilihat dari luas kawasan rotan saja, pemerintah optimis dapat mendukung industri rotan yang rencananya akan dibangun di Mamuju. Lahan seluas empat hektar untuk pabrik rotan sudah disiapkan, Amdal sudah selesai dan estimasi anggarannya sudah dibuat. Tinggal menunggu waktu peresmian saja," tuturnya, Rabu (21/11/2012).
Selain rotan, tujuh kecamatan di Mamuju tadi juga merupakan penghasil sawit terbanyak di Sulbar. Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Muhktar Belo, mengatakan, produksi sawit pada 2010 sekitar 99.341 ton. Dan pada tahun 2011 naik menjadi sebesar 102.722 ton. Sayangnya dia tidak menyebutkan luas riil lahan sawit di Mamuju
"Sawit adalah produksi unggulan kedua Sulbar setelah coklat. Lahan terluasnya ada di Mamuju. Ini dibuktikan dengan produksi yang dihasilkan per tahun," kataya, kemarin.
Selain Mamuju, sawit juga berpotensi besar di Kabupaten Matra. Disebutkan, kedua kabupaten itu juga merupakan penghasil sawit terbesar di Kawasan Indonesia Timur.
Untuk pengembangan komoditi ini, Pemprov Sulbar telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan bibit sawit sebesar tiga miliar lebih. Bibit itu akan disebarkan ke berbagai wilayah potensi di Mamuju dan Matra.
Kepala Dinas Kopperindag Sulbar, Samiran, menyebutkan, potensi rotan yang terdapat di Kabupaten Mamuju terluas di Sulbar. Yakni lebih dari 341.036 ribu hektar. Rotan itu tumbuh di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas.
Dari data yang berhasil dihimpun, empat kabupaten lainnya di Sulbar pun memiliki potensi rotan. Yaitu secara berurutan Kabupaten Mamuju Utara (Matra) seluas 91.893 hektar, Mamasa seluas 64.970 hektar, Polewali Mandar (Polman) seluas 54.225 hektar dan Majene seluas 43.478 hektar
"Rotan di Mamuju tersebar di Kecamatan Tapalang, Kalukku, Tommo, Budong-Budong, Karossa, Bonehau dan Kalumpang. Dilihat dari luas kawasan rotan saja, pemerintah optimis dapat mendukung industri rotan yang rencananya akan dibangun di Mamuju. Lahan seluas empat hektar untuk pabrik rotan sudah disiapkan, Amdal sudah selesai dan estimasi anggarannya sudah dibuat. Tinggal menunggu waktu peresmian saja," tuturnya, Rabu (21/11/2012).
Selain rotan, tujuh kecamatan di Mamuju tadi juga merupakan penghasil sawit terbanyak di Sulbar. Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Muhktar Belo, mengatakan, produksi sawit pada 2010 sekitar 99.341 ton. Dan pada tahun 2011 naik menjadi sebesar 102.722 ton. Sayangnya dia tidak menyebutkan luas riil lahan sawit di Mamuju
"Sawit adalah produksi unggulan kedua Sulbar setelah coklat. Lahan terluasnya ada di Mamuju. Ini dibuktikan dengan produksi yang dihasilkan per tahun," kataya, kemarin.
Selain Mamuju, sawit juga berpotensi besar di Kabupaten Matra. Disebutkan, kedua kabupaten itu juga merupakan penghasil sawit terbesar di Kawasan Indonesia Timur.
Untuk pengembangan komoditi ini, Pemprov Sulbar telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan bibit sawit sebesar tiga miliar lebih. Bibit itu akan disebarkan ke berbagai wilayah potensi di Mamuju dan Matra.
(gpr)
Lihat Juga :