Meski mahal, stok daging sapi Indramayu memadai
Kamis, 22 November 2012 - 08:07 WIB
Meski mahal, stok daging sapi Indramayu memadai
A
A
A
Sindonews.com - Stok daging sapi di sejumlah pasar tradisional di kabupaten Indramayu diperkirakan masih cukup memadai. Meski mengalami kenaikan harga dalam satu pekan terakhir, namun stok daging dipastikan tidak akan mengalami kelangkaan.
Kabid peternakan dinas pertanian dan peternakan (Dispertan) kabupaten Indramayu, Nandang Hidayat mengatakan, stok daging sapi relatif cukup aman jumlahnya meski ada lonjakan harga.
"Kenaikan harga daging sapi disebabkan menurunnya jumlah pasokan hewan potong ke Indramayu dari sentra produksi sapi di Jawa tengah," katanya di Indramayu, Rabu (21/11/2012)..
Kiriman hewan ternak ke pedagang di kabupaten Indramayu mengalami penurunan.Jika pasokan sapi per harinya mencapai 10 ekor, kini hanya 5-6 ekor sapi per harinya. Penurunan tersebut berdampak pada kenaikan harga.
Kalau pasokan sapi sudah normal kembali, harga jual daging sapi juga akan mengalami penurunan. Saat ini harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya harga per kilogramnya hanya Rp70 ribu, kini merangkak naik menjadi Rp78-80 ribu per kilogramnya. "Kenaikannya mencapai 10 persen dari harga normal," katanya.
Kenaikan harga daging sapi tersebut juga disebabkan akibat tingginya permintaan sapi saat hari raya idul adha lalu. Permintaan yang tinggi, membuat stok hewan ternak dari Jawa tengah juga mengalami penurunan.
Sementara itu pedagang daging sapi di pasar tradisional Indramayu, Supri mengaku tidak mengetahui penyebab naiknya harga daging sapi. Menurut dia, kenaikan tersebut sudah terjadi di tingkat pemasok.
Dia menyebutkan, selama ini pasokan daging sapi di wilayah Kabupaten Indamayu diperoleh dari daerah Pati dan Boyolali, Jawa Tengah. Namun, adapula yang berasal dari Jawa Timur.
Selain harganya naik, sapi juga saat ini sangat sulit diperoleh. Dalam kondisi normal, dia mengaku biasa memotong dua ekor sapi per hari.
Namun saat ini, dia hanya mendapat pasokan satu ekor sapi yang harus dibagi dua dengan pedagang lainnya. "Jadi saya pun hanya bisa menjual sedikit daging sapi setiap hari," tutur Supri.
Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Naryono. Dia mengungkapkan, untuk mendapatkan pasokan sapi, harus memesannya terlebih dulu. Tak hanya itu, sejak harga daging sapi naik, omset penjualannya juga menjadi berkurang.Pasalnya, konsumen lebih memilih komoditas lain yang harganya lebih murah.
"Para pembeli akhirnya beralih pada daging ayam dibandingkan membeli daging sapi yang harganya mulai naik," katanya.
Pedagang juga mengaku tidak dapat memprediksi kapan harga daging sapi akan kembali normal.
Kabid peternakan dinas pertanian dan peternakan (Dispertan) kabupaten Indramayu, Nandang Hidayat mengatakan, stok daging sapi relatif cukup aman jumlahnya meski ada lonjakan harga.
"Kenaikan harga daging sapi disebabkan menurunnya jumlah pasokan hewan potong ke Indramayu dari sentra produksi sapi di Jawa tengah," katanya di Indramayu, Rabu (21/11/2012)..
Kiriman hewan ternak ke pedagang di kabupaten Indramayu mengalami penurunan.Jika pasokan sapi per harinya mencapai 10 ekor, kini hanya 5-6 ekor sapi per harinya. Penurunan tersebut berdampak pada kenaikan harga.
Kalau pasokan sapi sudah normal kembali, harga jual daging sapi juga akan mengalami penurunan. Saat ini harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya harga per kilogramnya hanya Rp70 ribu, kini merangkak naik menjadi Rp78-80 ribu per kilogramnya. "Kenaikannya mencapai 10 persen dari harga normal," katanya.
Kenaikan harga daging sapi tersebut juga disebabkan akibat tingginya permintaan sapi saat hari raya idul adha lalu. Permintaan yang tinggi, membuat stok hewan ternak dari Jawa tengah juga mengalami penurunan.
Sementara itu pedagang daging sapi di pasar tradisional Indramayu, Supri mengaku tidak mengetahui penyebab naiknya harga daging sapi. Menurut dia, kenaikan tersebut sudah terjadi di tingkat pemasok.
Dia menyebutkan, selama ini pasokan daging sapi di wilayah Kabupaten Indamayu diperoleh dari daerah Pati dan Boyolali, Jawa Tengah. Namun, adapula yang berasal dari Jawa Timur.
Selain harganya naik, sapi juga saat ini sangat sulit diperoleh. Dalam kondisi normal, dia mengaku biasa memotong dua ekor sapi per hari.
Namun saat ini, dia hanya mendapat pasokan satu ekor sapi yang harus dibagi dua dengan pedagang lainnya. "Jadi saya pun hanya bisa menjual sedikit daging sapi setiap hari," tutur Supri.
Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Naryono. Dia mengungkapkan, untuk mendapatkan pasokan sapi, harus memesannya terlebih dulu. Tak hanya itu, sejak harga daging sapi naik, omset penjualannya juga menjadi berkurang.Pasalnya, konsumen lebih memilih komoditas lain yang harganya lebih murah.
"Para pembeli akhirnya beralih pada daging ayam dibandingkan membeli daging sapi yang harganya mulai naik," katanya.
Pedagang juga mengaku tidak dapat memprediksi kapan harga daging sapi akan kembali normal.
(gpr)
Lihat Juga :