Meratus Jaya operasikan pabrik besi
Kamis, 22 November 2012 - 10:51 WIB
Meratus Jaya operasikan pabrik besi
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan patungan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS) telah mengoperasikan pabrik besi pada awal pekan ini, Senin (19/11/2012).
Anak usaha perusahaan baja pelat merah tersebut telah mengoperasikan satu unit pabrik besi (rotary kiln) dari rencana dua unit, dengan total kapasitas mencapai 315 ribu ton direct reduced iron (DRI) per tahun.
"Selain itu, satu unit pembangkit listrik dari rencana dua unit, dengan kapasitas keseluruhan 2x4 megawatt (MW) per tahun," jelas perseroan dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/11/2012).
Unit rotary kiln menghasilkan besi spon yang diproses dari bijih besi lokal, sedangkan pembangkit listrik telah memproduksi listrik dengan menggunakan bahan bakar gas dari unit pabrik rotary kiln. Ketika mencapai kapasitas penuh, listrik yang diproduksi sebesar 18 MW. Bekerja sama dengan PLN, kelebihan listrik ini akan didistribusikan ke masyarakat dan industri kecil di sekitarnya.
Meski sempat mengalami kendala dalam pengoperasiaannya, berupa keterbatasan infrastruktur dan keterlambatan pengiriman barang, instalasi dan assembling peralatan, namun karena ada komitmen dari dari kontraktor PT Krakatau Engineering dan pemegang saham, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan KRAS menyebabkan kendala tersebut dapat diatasi.
Sementara, beroperasinya proyek pembangunan pabrik besi tersebut, perusahaan akan mendapat pasokan bahan baku yang kompetitif karena menggunakan bahan baku lokal dengan biaya lebih rendah.
Meratus Jaya Iron & Steel merupakan perusahaan patungan antara KRAS dengan ANTM, yang didirikan pada 9 Juni 2008. Adapun, kegiatan usaha perusahaan patungan ini dalam industri dan produk besi baja, perdagangan dan jasa berkaitan dengan besi baja.
Perusahaan ini berlokasi di Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan sumber cadangan bijih besi lokal. Hingga saat ini, BUMN baja tersebut menyertakan modal sebesar 66 persen di MIJS senilai Rp343 miliar.
Anak usaha perusahaan baja pelat merah tersebut telah mengoperasikan satu unit pabrik besi (rotary kiln) dari rencana dua unit, dengan total kapasitas mencapai 315 ribu ton direct reduced iron (DRI) per tahun.
"Selain itu, satu unit pembangkit listrik dari rencana dua unit, dengan kapasitas keseluruhan 2x4 megawatt (MW) per tahun," jelas perseroan dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/11/2012).
Unit rotary kiln menghasilkan besi spon yang diproses dari bijih besi lokal, sedangkan pembangkit listrik telah memproduksi listrik dengan menggunakan bahan bakar gas dari unit pabrik rotary kiln. Ketika mencapai kapasitas penuh, listrik yang diproduksi sebesar 18 MW. Bekerja sama dengan PLN, kelebihan listrik ini akan didistribusikan ke masyarakat dan industri kecil di sekitarnya.
Meski sempat mengalami kendala dalam pengoperasiaannya, berupa keterbatasan infrastruktur dan keterlambatan pengiriman barang, instalasi dan assembling peralatan, namun karena ada komitmen dari dari kontraktor PT Krakatau Engineering dan pemegang saham, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan KRAS menyebabkan kendala tersebut dapat diatasi.
Sementara, beroperasinya proyek pembangunan pabrik besi tersebut, perusahaan akan mendapat pasokan bahan baku yang kompetitif karena menggunakan bahan baku lokal dengan biaya lebih rendah.
Meratus Jaya Iron & Steel merupakan perusahaan patungan antara KRAS dengan ANTM, yang didirikan pada 9 Juni 2008. Adapun, kegiatan usaha perusahaan patungan ini dalam industri dan produk besi baja, perdagangan dan jasa berkaitan dengan besi baja.
Perusahaan ini berlokasi di Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan sumber cadangan bijih besi lokal. Hingga saat ini, BUMN baja tersebut menyertakan modal sebesar 66 persen di MIJS senilai Rp343 miliar.
(rna)
Lihat Juga :