Naiknya UMP berdampak pada inflasi tidak langsung
Kamis, 22 November 2012 - 12:07 WIB
Naiknya UMP berdampak pada inflasi tidak langsung
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tetap akan berpengaruh terhadap inflasi, meski dalam bentuk inflasi tidak langsung.
Inflasi dimungkinkan karena untuk melakukan efisiensi di setiap perusahaan, salah satu opsinya adalah dengan menaikan harga produk, baik barang ataupun jasa.
"secara umum melihat bab ini terhadap inflasi, melihat bahwa inflasi tapi tidak langsung," ujar Agus di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Melihat kondisi tahun 2013, menurutnya, pemerintah masih optimistis inflasi berada pada angka yang ditetapkan pada asumsi makro di Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) 2013.
"Secara umum, kalau kita mempunyai target inflasi di 4,5 plus minus 1 persen, itu masih tetap diperkirakan sama saja," Jelasnya.
Sementara Kepala Ekonom Bank Mandiri Destri Damayanti sebelumnya menyatakan, tidak akan ada kenaikan harga pasca naiknya UMP di beberapa kota di Indonesia, sehingga akan meminimalisir kemungkinan terjadinya inflasi.
"Cuma saya juga melihat mungkin saja tidak ada kenaikan harga drastis karena pengusaha itu kan pintar," ujar Destri.
Menurutnya, pengusaha bisa melakukan efisiensi dari sisi produksi. Meski itu bergantung dari pengeluaran produksi dan pengeluaran perusahaan untuk biaya tenaga kerja/buruh.
"Bisa bikin bungkusannya dikurangi, besarannya dikecilin, harga mungkin tetap. Itu cara mengatasinya," jelasnya.
Desti menegaskan, kenaikan UMR ini intinya tidak melanjutkan kembali demonstrasi buruh yang terus bergulir. Pasalnya, demo yang terjadi akan memberi dampak lebih berbahaya dampaknya terhadap inflasi karena perusahaan akan memilih untuk berhenti berproduksi.
Inflasi dimungkinkan karena untuk melakukan efisiensi di setiap perusahaan, salah satu opsinya adalah dengan menaikan harga produk, baik barang ataupun jasa.
"secara umum melihat bab ini terhadap inflasi, melihat bahwa inflasi tapi tidak langsung," ujar Agus di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Melihat kondisi tahun 2013, menurutnya, pemerintah masih optimistis inflasi berada pada angka yang ditetapkan pada asumsi makro di Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) 2013.
"Secara umum, kalau kita mempunyai target inflasi di 4,5 plus minus 1 persen, itu masih tetap diperkirakan sama saja," Jelasnya.
Sementara Kepala Ekonom Bank Mandiri Destri Damayanti sebelumnya menyatakan, tidak akan ada kenaikan harga pasca naiknya UMP di beberapa kota di Indonesia, sehingga akan meminimalisir kemungkinan terjadinya inflasi.
"Cuma saya juga melihat mungkin saja tidak ada kenaikan harga drastis karena pengusaha itu kan pintar," ujar Destri.
Menurutnya, pengusaha bisa melakukan efisiensi dari sisi produksi. Meski itu bergantung dari pengeluaran produksi dan pengeluaran perusahaan untuk biaya tenaga kerja/buruh.
"Bisa bikin bungkusannya dikurangi, besarannya dikecilin, harga mungkin tetap. Itu cara mengatasinya," jelasnya.
Desti menegaskan, kenaikan UMR ini intinya tidak melanjutkan kembali demonstrasi buruh yang terus bergulir. Pasalnya, demo yang terjadi akan memberi dampak lebih berbahaya dampaknya terhadap inflasi karena perusahaan akan memilih untuk berhenti berproduksi.
(rna)
Lihat Juga :