Harga terendah diperkirakan sekitar Rp300/saham
Kamis, 22 November 2012 - 14:15 WIB
Harga terendah diperkirakan sekitar Rp300/saham
A
A
A
Sindonews.com - PT Waskita Karya (persero) siap melepas 32 persen atau sebanyak tiga miliar sahamnya ke publik melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), dengan harga terendah sekitar Rp300 per saham.
Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq mengatakan, dana hasil penawaran umum perdana akan digunakan untuk modal kerja dan ekspansi usaha. "Sebanyak 60 persen untuk modal kerja yang bersifat permanen dan 40 persen untuk pengembangan usaha," kata dia dalam paparan publik du Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Dengan target dana segar dari IPO sebesar Rp1,1 triliun, maka sekitar Rp660 miliar untuk modal kerja dana sisanya Rp440 miliar untuk pengembangan usaha. Dana untuk pengembangan usaha tersebut, dia menjelaskan, sekitar 15 persen untuk pembangunan pabrik beton, 15 persen untuk realestate dan 10 persen untuk jalan ton.
"Yang jadi prioritas salah satunya real estate di Cawang, di samping kantor Waskita. Sekitar 10 persen untuk investasi toll road," ujar dia.
Disingung mengenai harga saham perdana, Choliq menuturkan, masih dilakukan perhitungan dengan pelaksana emisi (underwriter) IPO. "Dari underwriter, kita gunakan harga terendah sekitar Rp300 per lembar saham," kata dia.
Namun, dia melanjutkan, harga terendah tersebut masih dalam negosiasiasi dengan underwriter lantaran pihaknya menginginkan harga tertinggi. Sementara, pihak underwriter berharap ditawarkan pada harga terendah agar terserap pasar.
Dalam gelaran IPO, perseroan menunjuk Bahan Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas sebagai underwriter. Sementara, sesuai rencana, penawaran awal mulai dilakukan pada 21 November-3 Desember 2012. Pencatatan saham perdana (listing) akan dilaksanakan pada 19 Desember 2012.
Perseroan tidak hanya menawarkan saham ke pasar domestik, namun juga ke sejumlah negara Asia Tenggara. Negara tersebut, yakni Malaysia, Singapura dan Hong Kong.
Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq mengatakan, dana hasil penawaran umum perdana akan digunakan untuk modal kerja dan ekspansi usaha. "Sebanyak 60 persen untuk modal kerja yang bersifat permanen dan 40 persen untuk pengembangan usaha," kata dia dalam paparan publik du Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Dengan target dana segar dari IPO sebesar Rp1,1 triliun, maka sekitar Rp660 miliar untuk modal kerja dana sisanya Rp440 miliar untuk pengembangan usaha. Dana untuk pengembangan usaha tersebut, dia menjelaskan, sekitar 15 persen untuk pembangunan pabrik beton, 15 persen untuk realestate dan 10 persen untuk jalan ton.
"Yang jadi prioritas salah satunya real estate di Cawang, di samping kantor Waskita. Sekitar 10 persen untuk investasi toll road," ujar dia.
Disingung mengenai harga saham perdana, Choliq menuturkan, masih dilakukan perhitungan dengan pelaksana emisi (underwriter) IPO. "Dari underwriter, kita gunakan harga terendah sekitar Rp300 per lembar saham," kata dia.
Namun, dia melanjutkan, harga terendah tersebut masih dalam negosiasiasi dengan underwriter lantaran pihaknya menginginkan harga tertinggi. Sementara, pihak underwriter berharap ditawarkan pada harga terendah agar terserap pasar.
Dalam gelaran IPO, perseroan menunjuk Bahan Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas sebagai underwriter. Sementara, sesuai rencana, penawaran awal mulai dilakukan pada 21 November-3 Desember 2012. Pencatatan saham perdana (listing) akan dilaksanakan pada 19 Desember 2012.
Perseroan tidak hanya menawarkan saham ke pasar domestik, namun juga ke sejumlah negara Asia Tenggara. Negara tersebut, yakni Malaysia, Singapura dan Hong Kong.
(rna)
Lihat Juga :