Pengusaha Bekasi sadar Jamsostek meningkat
Jum'at, 23 November 2012 - 11:28 WIB
Pengusaha Bekasi sadar Jamsostek meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Kesadaran pengusaha di Bekasi akan petingnya jaminan sosial bagi tenaga kerjanya tampak sudah mulai tinggi. Hal tersebut seiring meningkatnya kesadaran pengusaha yang memandang tenaga kerja mereka sebagai Aset Perusahaan.
"Sudah cukup tinggi ya (kesadaran jamian sosial tenaga kerjanya), karena memang tuntutan dunia usahanya juga cukup tinggi," ujar Kepala Bidang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) PT Jamsostek (persero) cabang Bekasi, Morry Elka Murthy pada Sindonews, Kamis (22/11/2012).
Lebih lanjut dirinya menerangkan, tingginya kesadaran pengusaha di Bekasi sendiri dapat dilihat dari tingkat kedisiplinan kalangan pengusaha dalam membayar iuran rutin jaminan sosial bagi tenaga kerjanya kendati masih belum 100 persen.
Kendati demikian, dirinya menepis anggapan bahwa pengusaha yang menunggak adalah perusahaan nakal. Dirinya memandang, hal tersebut hanya soal kemampuan membayar masing-masing perusahaan yang relatif berbeda.
"Kita tidak bisa bilang tidak ada yang menunggak, jadi tidak sama sekali zero pasti ada saja yang menunggak. Tapi itu bukan tergolong nakal ya, tapi ini hanya masalah kemampuan membayar. Karena kan namanya usaha itu kan kadang naik kadang turun," sambung dia.
Di cabang Bekasi sendiri, Pihaknya mencatat setidaknya ada sekitar 3.000 perusahaan yang sudah terdaftar sebagai peserta Jamsostek. dari angka tersebut sekitar 85 persennya bergerak di bidang industri dan hanya 15 persen saja yang bergerak di bidang jasa.
"Sudah cukup tinggi ya (kesadaran jamian sosial tenaga kerjanya), karena memang tuntutan dunia usahanya juga cukup tinggi," ujar Kepala Bidang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) PT Jamsostek (persero) cabang Bekasi, Morry Elka Murthy pada Sindonews, Kamis (22/11/2012).
Lebih lanjut dirinya menerangkan, tingginya kesadaran pengusaha di Bekasi sendiri dapat dilihat dari tingkat kedisiplinan kalangan pengusaha dalam membayar iuran rutin jaminan sosial bagi tenaga kerjanya kendati masih belum 100 persen.
Kendati demikian, dirinya menepis anggapan bahwa pengusaha yang menunggak adalah perusahaan nakal. Dirinya memandang, hal tersebut hanya soal kemampuan membayar masing-masing perusahaan yang relatif berbeda.
"Kita tidak bisa bilang tidak ada yang menunggak, jadi tidak sama sekali zero pasti ada saja yang menunggak. Tapi itu bukan tergolong nakal ya, tapi ini hanya masalah kemampuan membayar. Karena kan namanya usaha itu kan kadang naik kadang turun," sambung dia.
Di cabang Bekasi sendiri, Pihaknya mencatat setidaknya ada sekitar 3.000 perusahaan yang sudah terdaftar sebagai peserta Jamsostek. dari angka tersebut sekitar 85 persennya bergerak di bidang industri dan hanya 15 persen saja yang bergerak di bidang jasa.
(gpr)
Lihat Juga :