Pasokan solar dikurangi, sopir truk berebut di SPBU
Sabtu, 24 November 2012 - 16:47 WIB
Pasokan solar dikurangi, sopir truk berebut di SPBU
A
A
A
Sindonews.com - Kelangkaan BBM jenis solar masih dirasakan warga Timor Tengah Utara NTT, sementara Premium juga sudah dua hari kosong. Pengelola SPBU mengalami kesulitan lantaran permintaan solar sudah dibatasi hanya lima ton sehari akibatnya antrian panjang puluhan truk mencapai dua kilometer setiap harinya.
Sejumlah sopir truk yang sudah rela mengantri sejak pagi enggan meninggalkan SPBU lantaran takut tak kebagian Solar yang baru disuplai dari Depo pertamina Kupang, sore tadi.
"Kami akan tetap bertahan di sini, hingga bisa mendapat jatah solar untuk tangki truk ini, pasalnya beredar berita solar hanya masuk 5 ton saja.” Kata Sopir truk, Yulius Sallu, menjelaskan di Kefamenanu, Sabtu (24/11/2012).
Suasana antrian seperti ini terus terjadi setiap hari di halaman depan SPBU 01 jalan Sonbay. Anehnya, stok BBM selalu habis walau baru tiba satu hingga dua jam. Pengelola SPBU menuding depo Pertamina telah mengurangi stok.
“Kami minta 40 ton BBM perhari, namun hanya disalurkan 20 saja, 15 ton Premium dan 5 ton Solar. Untuk informasi selengkapnya silakan tanya Pertamina Kupang,” papar Vinsen Teneka, pengelola SPBU 01 Jalan Sonbay.
Akibat lama mengantri, sejumlah sopir yang sudah lelah mengantri terlibat adu mulut karena saling berebutan untuk saling mendahului untuk memperoleh BBM jenis solar. Kebanyakan kendaraan truk yang mengantri di SPBU untuk kebutuhan transportasi dalam pekerjaan sejumlah proyek fisik.
Sejumlah sopir truk yang sudah rela mengantri sejak pagi enggan meninggalkan SPBU lantaran takut tak kebagian Solar yang baru disuplai dari Depo pertamina Kupang, sore tadi.
"Kami akan tetap bertahan di sini, hingga bisa mendapat jatah solar untuk tangki truk ini, pasalnya beredar berita solar hanya masuk 5 ton saja.” Kata Sopir truk, Yulius Sallu, menjelaskan di Kefamenanu, Sabtu (24/11/2012).
Suasana antrian seperti ini terus terjadi setiap hari di halaman depan SPBU 01 jalan Sonbay. Anehnya, stok BBM selalu habis walau baru tiba satu hingga dua jam. Pengelola SPBU menuding depo Pertamina telah mengurangi stok.
“Kami minta 40 ton BBM perhari, namun hanya disalurkan 20 saja, 15 ton Premium dan 5 ton Solar. Untuk informasi selengkapnya silakan tanya Pertamina Kupang,” papar Vinsen Teneka, pengelola SPBU 01 Jalan Sonbay.
Akibat lama mengantri, sejumlah sopir yang sudah lelah mengantri terlibat adu mulut karena saling berebutan untuk saling mendahului untuk memperoleh BBM jenis solar. Kebanyakan kendaraan truk yang mengantri di SPBU untuk kebutuhan transportasi dalam pekerjaan sejumlah proyek fisik.
(gpr)
Lihat Juga :