Pegadaian salurkan bantuan ke warga miskin Karangsari
Minggu, 25 November 2012 - 16:42 WIB
Pegadaian salurkan bantuan ke warga miskin Karangsari
A
A
A
Sindonews.com – PT Pegadaian (Persero) akan membina warga miskin di Desa Karangsari, Pengasih, Kulonprogo agar terbebas dari kemiskinan. Salah satu langkah yang ditempuh dengan menyalurkan bantuan Rp50 juta untuk membedah lima rumah tak layak huni di desa itu.
Direktur Bisnis II Pegadaian Pusat Wasis mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa skenario untuk menangani kemiskinan di desa binaannya. Untuk tahap pertama, dengan memberi bantuan bedah rumah untuk lima warga yang sangat membutuhkan. Setelah itu, ada pemberdayaan dengan menggali potensi ekonomi di masyarakat.
Menurutnya, beberapa potensi di Desa Karangsari, antara lain kerajinan anyaman bambu, perikanan, serta pengolahan hasil kelapa. Nantinya, Pegadaian akan menyalurkan pinjaman melalui kelompok dengan bunga 6 persen.
“Tapi ini wajib dikembalikan karena uang pemerintah,” kata Wasis di Kulonprogo, Minggu (24/11/2012).
Bantuan yang diberikan, kata dia, berasal dari penyisihan laba 2 persen untuk program-program sosial atau coorporate social responsibility (CSR).
“Bedah rumah sangat baik karena mampu menumbuhkan kembali semangat bekerja sama atau gotong-royong. Di saat kota besar, seperti Jakarta ada tawuran, tetapi semangat untuk membantu sesama masih melekat kuat di masyarakat,” terangnya.
Kades Karangsari Darmana mengatakan, Karangsari merupakan satu-satunya desa tertinggal di Kecamatan Pengasih. Dari jumlah penduduk yang mencapai sekitar 12.000 jiwa, kepala keluarga (KK) miskin dan rumah yang tidak layak huni mencapai 1.200 KK dan 1.200 rumah dari 12 pedukuhan yang ada atau 100 rumah perdukuh.
Direktur Bisnis II Pegadaian Pusat Wasis mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa skenario untuk menangani kemiskinan di desa binaannya. Untuk tahap pertama, dengan memberi bantuan bedah rumah untuk lima warga yang sangat membutuhkan. Setelah itu, ada pemberdayaan dengan menggali potensi ekonomi di masyarakat.
Menurutnya, beberapa potensi di Desa Karangsari, antara lain kerajinan anyaman bambu, perikanan, serta pengolahan hasil kelapa. Nantinya, Pegadaian akan menyalurkan pinjaman melalui kelompok dengan bunga 6 persen.
“Tapi ini wajib dikembalikan karena uang pemerintah,” kata Wasis di Kulonprogo, Minggu (24/11/2012).
Bantuan yang diberikan, kata dia, berasal dari penyisihan laba 2 persen untuk program-program sosial atau coorporate social responsibility (CSR).
“Bedah rumah sangat baik karena mampu menumbuhkan kembali semangat bekerja sama atau gotong-royong. Di saat kota besar, seperti Jakarta ada tawuran, tetapi semangat untuk membantu sesama masih melekat kuat di masyarakat,” terangnya.
Kades Karangsari Darmana mengatakan, Karangsari merupakan satu-satunya desa tertinggal di Kecamatan Pengasih. Dari jumlah penduduk yang mencapai sekitar 12.000 jiwa, kepala keluarga (KK) miskin dan rumah yang tidak layak huni mencapai 1.200 KK dan 1.200 rumah dari 12 pedukuhan yang ada atau 100 rumah perdukuh.
(rna)
Lihat Juga :