Gapoktan akan bentuk koperasi di 2013
Minggu, 25 November 2012 - 19:06 WIB
Gapoktan akan bentuk koperasi di 2013
A
A
A
Sindonews.com - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Yogyakarta pada tahun 2013 diharapkan sudah membentuk koperasi.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta Heru Pria Warjaka mengatakan, target ini bukan tanpa alasan, selain untuk rencana sudah siap, untuk pembentukan koperasi ini juga tunggu pematangannya saja, terutama untuk kepengurusan dan kelembagaan.
“Walau pemerintah pusat masih memberikan waktu hingga tiga tahun ke depan, namun dengan adanya kesiapan tersebut koperasi Gapoktan pada tahun 2013 sudah bisa terealisasi,” kata Heru di Yogyakarta, Minggu (25/11/2012).
Apalagi untuk persyaratan lainnya, seperti jumlah anggota dan dana minimal pembentukan koperasi juga tidak ada masalah. Pasalnya, adanya bantuan dana pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) dari Kementan senilai Rp100 juta, Gapoktan dapat menggunakannya untuk kepentingan itu.
“Karena itu, kami yakin Gapoktan mampu membentuk koperasi pada tahun mendatang,” paparnya.
Heru menjelaskan dengan adanya koperasi ini akan memberikan banyak keuntungan bagi Gapoktan. Bukan hanya untuk pemberdayaan, namun juga bisa mengatasi permasalahan lainnya.
Misalnya, masalah untuk pemasaran atau tempat untuk display product karena Gapoktan yang telah memiliki koperasi dapat menyewa ruangan khusus atau memanfaatkan tempat di Kelurahan, baik untuk kepentingan pemasaran maupun display product.
“Dan yang lebih penting lagi adalah kesejahteraan anggota Gapoktan akan meningkat,” terangnya.
Ketua Gapoktan Kelurahan Sosromenduran Rohmah Aini mengatakan, untuk pembentukan koperasi belum memikirkannya. Pasalnya, baru akan membentuk lembaga keuangan mikro agrobisnis pertanian (LKMAP), sehingga baru akan memikirkan pembentukan koperasi setelah LKMAP berjalan lancar.
Selain itu, untuk pengelolaannya juga lebih mudah dibandingkan dengan mengelola koperasi.
“Atas dasar ini, kami lebih memilih membentuk LKMAP dan baru akan membentuk koperasi jika LKMAP sudah berjalan dengan lancar,” akunya.
Rohmah Aini menambahkan, walau untuk pemasaran dan display memang lebih baik jika memiliki tempat khusus, namun selama ini masalah tersebut masih dapat diatasi, yaitu dengan mendistribusikannya ke Malioboro secara langsung. Hanya saja jika dapat memanfaatkan ruangan di Kelurahan, menurut dia, akan lebih baik lagi.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta Heru Pria Warjaka mengatakan, target ini bukan tanpa alasan, selain untuk rencana sudah siap, untuk pembentukan koperasi ini juga tunggu pematangannya saja, terutama untuk kepengurusan dan kelembagaan.
“Walau pemerintah pusat masih memberikan waktu hingga tiga tahun ke depan, namun dengan adanya kesiapan tersebut koperasi Gapoktan pada tahun 2013 sudah bisa terealisasi,” kata Heru di Yogyakarta, Minggu (25/11/2012).
Apalagi untuk persyaratan lainnya, seperti jumlah anggota dan dana minimal pembentukan koperasi juga tidak ada masalah. Pasalnya, adanya bantuan dana pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) dari Kementan senilai Rp100 juta, Gapoktan dapat menggunakannya untuk kepentingan itu.
“Karena itu, kami yakin Gapoktan mampu membentuk koperasi pada tahun mendatang,” paparnya.
Heru menjelaskan dengan adanya koperasi ini akan memberikan banyak keuntungan bagi Gapoktan. Bukan hanya untuk pemberdayaan, namun juga bisa mengatasi permasalahan lainnya.
Misalnya, masalah untuk pemasaran atau tempat untuk display product karena Gapoktan yang telah memiliki koperasi dapat menyewa ruangan khusus atau memanfaatkan tempat di Kelurahan, baik untuk kepentingan pemasaran maupun display product.
“Dan yang lebih penting lagi adalah kesejahteraan anggota Gapoktan akan meningkat,” terangnya.
Ketua Gapoktan Kelurahan Sosromenduran Rohmah Aini mengatakan, untuk pembentukan koperasi belum memikirkannya. Pasalnya, baru akan membentuk lembaga keuangan mikro agrobisnis pertanian (LKMAP), sehingga baru akan memikirkan pembentukan koperasi setelah LKMAP berjalan lancar.
Selain itu, untuk pengelolaannya juga lebih mudah dibandingkan dengan mengelola koperasi.
“Atas dasar ini, kami lebih memilih membentuk LKMAP dan baru akan membentuk koperasi jika LKMAP sudah berjalan dengan lancar,” akunya.
Rohmah Aini menambahkan, walau untuk pemasaran dan display memang lebih baik jika memiliki tempat khusus, namun selama ini masalah tersebut masih dapat diatasi, yaitu dengan mendistribusikannya ke Malioboro secara langsung. Hanya saja jika dapat memanfaatkan ruangan di Kelurahan, menurut dia, akan lebih baik lagi.
(rna)
Lihat Juga :