Pemerintah diminta bentuk BUMN pengganti BP Migas

Senin, 26 November 2012 - 09:00 WIB
Pemerintah diminta bentuk...
Pemerintah diminta bentuk BUMN pengganti BP Migas
A A A
Sindonews.com - Pengamat energi dari Refor Miner Institute, Pri Agung Rakhmanto meminta pemerintah dan DPR membentuk BUMN baru sebagai pengganti Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), yang dibubarkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 13 November lalu.

Menurut dia, pembentukan BUMN merupakan bentuk institusi yang sesuai amanat putusan MK. Pri Agung mengatakan, BUMN baru tersebut bisa merupakan pengalihan dari dua anak usaha PT Pertamina (Persero), yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina EP (PEP) atau pemerintah mendirikan perusahaan hulu migas yang benar-benar baru.

”Dari dua opsi itu, pengalihan PHE dan PEP ke BUMN baru merupakan yang terbaik karena hanya tinggal menjalankan,” katanya di Jakarta kemarin.

Mekanismenya, PHE dan PEP dikeluarkan atau tidak lagi menjadi anak usaha Pertamina. Selanjutnya masing-masing menjadi perusahaan hulu migas negara yang secara langsung dan khusus (lex specialist) berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PEP, menurut Pri Agung, diarahkan menjadi perusahaan yang khusus mengelola blok migas secara mandiri. ”Sementara PHE khusus mengelola blok-blok yang dikerjasamakan dengan mitra baik asing maupun nasional,” katanya.

Mekanisme kerja samanya adalah PHE bertindak selayaknya pemilik proyek, sementara mitra sebagai rekanan atau kontraktornya, sehingga tercipta kedaulatan negara atas sumber daya alam melalui pola antarbisnis (business to business/B to B). Retensi (fee) BUMN baru itu, Pri Agung meminta, benar-benar digunakan secara efisien.

”Hasilnya mesti terlihat dari produksi dan cadangan yang juga meningkat,” katanya.

Sebelumnya Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menegaskan, pihaknya tidak berminat mengambil alih fungsi regulator pascapembubaran BP Migas. Menurut Karen, pihaknya akan fokus menjadikan Pertamina sebagai perusahaan energi di kawasan regional pada akhir 2014.

”Dengan tatanan yang sudah tersusun rapi, Pertamina akan terbebani jika transformasi itu kembali terulang,” tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
15 menit yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
25 menit yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
28 menit yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
3 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
4 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved