Jumlah mobil meningkat, Jero 'cenat-cenut'

Senin, 26 November 2012 - 12:28 WIB
Jumlah mobil meningkat,...
Jumlah mobil meningkat, Jero 'cenat-cenut'
A A A
Sindonews.com - Kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selalu menjadi masalah pelik yang dihadapi pemerintah setiap tahun. Tahun 2012 ini saja, pasokan BBM bersubsidi berpotensi tidak mencukupi meski telah ditambah hingga menjadi 44 juta Kiloliter (KL) pada September lalu.

Masalah ini semakin bertambah berat mengingat penjualan kendaraan bermotor yang terus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menteri ESDM Jero Wacik mengaku pusing memikirkan hal ini.

"Kalau saya baca laporan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) tadi yang tahun ini, rencananya nanti 2016 mobil akan 2 juta unit, sudah mulai cenat-cenut saya, kalau 2 juta itu laku semua bakal habis nantinya," tutur Jero Wacik sebelum mengikuti RDP dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Jero juga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang tengah meningkat saat ini telah menyebabkan konsumsi BBM bersubsidi semakin membengkak sehingga wajar bila terjadi kekurangan pasokan. "Pasti kekurangan lah kita, makanya tahun depan kita dikasih kuota 46 juta KL," simpul dia.

Sebagai catatan, semula dalam APBN 2012 kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 40 juta KL dan kemudian pada bulan September 2012 ditambah 4,04 juta KL sehingga menjadi 44,04 juta KL. 43,9 juta KL diantaranya merupakan tanggung jawab Pertamina, dengan rincian 27,8 juta KL Premium, 14,9 juta KL Solar, dan 1,2 juta KL Kerosene.

Hingga 20 November 2012 realisasi penyaluran BBM bersubsidi masing-masing mencapai 24,9 juta KL Premium, 13,7 juta KL Solar, dan 1,1 juta KL Kerosene.

Baru-baru ini, Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.

"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk Premium dan 4 persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (24/11/2012).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasokan BBM Pertamina...
Pasokan BBM Pertamina Aman Hingga Lebaran
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM hingga Pelosok Negeri
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pulihkan Bertahap Pasokan BBM ke SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman selama Ramadan-Idulfitri
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi Pemulihan Aceh, Pastikan Pasokan BBM Tetap Andal
BPH Migas Jamin Pasokan...
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
45 menit yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
53 menit yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved