DPR buka peluang tambahan kuota BBM subsidi
Senin, 26 November 2012 - 14:08 WIB
DPR buka peluang tambahan kuota BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) pada Sabtu (24/11/2012) mengungkapkan kekhawatiran akan terjadinya kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada akhir tahun ini.
Demi mengantisipasi terjadinya krisis BBM bersubsidi yang dapat menimbulkan gejolak sosial, DPR membuka peluang akan adanya tambahan pasokan BBM bersubsidi. Namun, pemerintah harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan DPR.
"Mekanismenya (tambah kuota BBM subsidi) memungkinkan tetapi harus disampaikan pada DPR lagi," kata Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha usai RDP antara DPR dengan Kepala SKSP Migas di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Sebelumnya, pemerintah menyatakan siap untuk menambah kuota BBM bersubsidi untuk memenuhi permintaan masyarakat hingga akhir tahun. "Mau tidak mau, negara harus berjalan," tegas Menteri ESDM Jero Wacik kepada wartawan sebelum mengikuti RDP dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Sementara itu, Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Demi mengantisipasi terjadinya krisis BBM bersubsidi yang dapat menimbulkan gejolak sosial, DPR membuka peluang akan adanya tambahan pasokan BBM bersubsidi. Namun, pemerintah harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan DPR.
"Mekanismenya (tambah kuota BBM subsidi) memungkinkan tetapi harus disampaikan pada DPR lagi," kata Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha usai RDP antara DPR dengan Kepala SKSP Migas di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Sebelumnya, pemerintah menyatakan siap untuk menambah kuota BBM bersubsidi untuk memenuhi permintaan masyarakat hingga akhir tahun. "Mau tidak mau, negara harus berjalan," tegas Menteri ESDM Jero Wacik kepada wartawan sebelum mengikuti RDP dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Sementara itu, Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
(rna)
Lihat Juga :