Tambah BBM subsidi, butuh Rp4,8 T
Senin, 26 November 2012 - 14:16 WIB
Tambah BBM subsidi, butuh Rp4,8 T
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memperkirakan, rencana tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhir 2012 ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp4,8 triliun.
Pasalnya, dibutuhkan tambahan sekitar 1,2 juta kiloliter (kl) BBM bersubsidi untuk mengantisipasi kebutuhan akhir tahun ini.
"(Tambahan) Sekitar 1,2 juta kiloliter, atau senilai Rp4,8 triliun," jelas Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha usai RDP antara DPR dengan Kepala SKSP Migas di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Satya menambahkan, rencana tambahan kuota BBM bersubsidi itu perlu segera disampaikan oleh pemerintah kepada DPR agar dapat direalisasikan. "Kita minta itu disampaikan pada DPR lagi. Kita belum tahu," imbuhnya.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan siap untuk menambah kuota BBM bersubsidi untuk memenuhi permintaan masyarakat hingga akhir tahun. "Mau tidak mau, negara harus berjalan," tegas Menteri ESDM Jero Wacik kepada wartawan sebelum mengikuti RDP dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Sementara itu, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Pasalnya, dibutuhkan tambahan sekitar 1,2 juta kiloliter (kl) BBM bersubsidi untuk mengantisipasi kebutuhan akhir tahun ini.
"(Tambahan) Sekitar 1,2 juta kiloliter, atau senilai Rp4,8 triliun," jelas Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha usai RDP antara DPR dengan Kepala SKSP Migas di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Satya menambahkan, rencana tambahan kuota BBM bersubsidi itu perlu segera disampaikan oleh pemerintah kepada DPR agar dapat direalisasikan. "Kita minta itu disampaikan pada DPR lagi. Kita belum tahu," imbuhnya.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan siap untuk menambah kuota BBM bersubsidi untuk memenuhi permintaan masyarakat hingga akhir tahun. "Mau tidak mau, negara harus berjalan," tegas Menteri ESDM Jero Wacik kepada wartawan sebelum mengikuti RDP dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Sementara itu, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
(rna)
Lihat Juga :