Cegah overkuota, harga premium perlu dinaikkan
Selasa, 27 November 2012 - 11:42 WIB
Cegah overkuota, harga premium perlu dinaikkan
A
A
A
Sindonews.com - Kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selalu menjadi masalah pelik yang dihadapi pemerintah setiap tahun. Tahun 2012 ini saja, pasokan BBM bersubsidi berpotensi tidak mencukupi meski telah ditambah hingga menjadi 44,04 juta Kiloliter (KL) pada September lalu.
Untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan BBM subsidi lagi, Indonesian Resources Studies (IRESS) menyarankan pemerintah untuk menurunkan disparitas antara harga BBM subsidi dengan harga BBM non subsidi atau dengan kata lain, harga BBM subsidi dinaikkan.
"Disparitas harga perlu dikurangi. Kalau sekarang terlalu besar, malah jadi mendistorsi ekonomi," terang Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Dengan menaikkan harga, konsumsi BBM bersubsidi akan menurun dan masyarakat terdorong untuk berpindah menggunakan BBM non subsidi. Selain itu, lanjut Marwan, penyelundupan BBM subsidi pun akan dikurangi.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar satu persen untuk Premium dan empat persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan BBM subsidi lagi, Indonesian Resources Studies (IRESS) menyarankan pemerintah untuk menurunkan disparitas antara harga BBM subsidi dengan harga BBM non subsidi atau dengan kata lain, harga BBM subsidi dinaikkan.
"Disparitas harga perlu dikurangi. Kalau sekarang terlalu besar, malah jadi mendistorsi ekonomi," terang Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Dengan menaikkan harga, konsumsi BBM bersubsidi akan menurun dan masyarakat terdorong untuk berpindah menggunakan BBM non subsidi. Selain itu, lanjut Marwan, penyelundupan BBM subsidi pun akan dikurangi.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar satu persen untuk Premium dan empat persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
(gpr)
Lihat Juga :