Kuota BBM subsidi bobol akibat pencitraan SBY

Selasa, 27 November 2012 - 11:56 WIB
Kuota BBM subsidi bobol...
Kuota BBM subsidi bobol akibat pencitraan SBY
A A A
Sindonews.com - Indonesian Resources Studies (IRESS) menilai, pencitraan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 lalu sebagai salah satu penyebab terjadinya kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi saat ini.

Pasalnya, menjelang Pemilu 2009 lalu SBY menurunkan harga BBM subsidi dari Rp6.000/liter menjadi Rp4.500/liter untuk mendongkrak popularitasnya. Akibatnya, kini konsumsi BBM subsidi menjadi tidak terkendali.

"Karena pencitraan, harga BBM dulu diturunkan dari Rp6.000. Disparitas harga perlu dikurangi. Kalau sekarang terlalu besar, malah jadi mendistorsi ekonomi," ujar Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).

Menurut Marwan, pemerintah lebih mengedepankan pertimbangan politis daripada dampak sosial ekonomi dalam membuat kebijakan energi. Hal ini membuat kebijakan energi menjadi tidak visioner dan komprehensif.

"Saya kira, kalau kita ingin melayani masyarakat harus profesional, bukan model tambal sulam begini," tambahnya.

Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.

"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.

Sementara pemerintah disarankan untuk menambah kuota BBM bersubsidi sebanyak 1,2 juta kiloliter (kl) untuk memenuhi kebutuhan. Penambahan kuota BBM bersubsidi diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp6 triliun.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menuturkan, pembiayaan untuk penambahan kuota BBM bersubsidi akan menggunakan anggaran dari kas negara. "Dana dari penerimaan nagara dan dana kita di kas negara cukup besar termasuk kalau ada persoalan seperti membayar subsidi energi khususnya BBM bersubsidi," ujarnya.

Dia juga memastikan, anggaran untuk penambahan kuota BBM bersubsidi tersebut tidak akan membahayakan kondisi fiskal Indonesia lantaran masih cukup untuk membiayai subsidi energi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasokan BBM Pertamina...
Pasokan BBM Pertamina Aman Hingga Lebaran
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman selama Ramadan-Idulfitri
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pulihkan Bertahap Pasokan BBM ke SPBU di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jamin Ketersediaan BBM hingga Pelosok Negeri
BPH Migas Jamin Pasokan...
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
Tinjau Kabupaten Pidie...
Tinjau Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, BPH Migas: Pasokan BBM Terjaga
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
44 menit yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
52 menit yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
4 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved