Pemerintah dinilai tidak becus kelola BBM subsidi
Selasa, 27 November 2012 - 12:22 WIB
Pemerintah dinilai tidak becus kelola BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Indonesian Resources Studies (IRESS) menilai, kekurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi saat ini akibat ketidakbecusan pemerintah dalam mengelola BBM di negeri ini.
"Pemerintah tidak becus membuat kebijakan. Saya kira, kalau kita ingin melayani masyarakat harus profesional, bukan model tambal sulam begini," tutur Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara saat diwawancara Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, pengendalian kuota BBM subsidi (kitir) yang dilakukan Pertamina beberapa waktu lalu merupakan kebijakan yang tidak berdasar sama sekali.
"Kalau tidak bisa mengatur BBM bersubsidi, solusinya jangan melarang orang membeli BBM bersubsidi. Kan tidak ada aturan yang memaksa untuk itu?" sambung Marwan.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
"Pemerintah tidak becus membuat kebijakan. Saya kira, kalau kita ingin melayani masyarakat harus profesional, bukan model tambal sulam begini," tutur Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara saat diwawancara Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, pengendalian kuota BBM subsidi (kitir) yang dilakukan Pertamina beberapa waktu lalu merupakan kebijakan yang tidak berdasar sama sekali.
"Kalau tidak bisa mengatur BBM bersubsidi, solusinya jangan melarang orang membeli BBM bersubsidi. Kan tidak ada aturan yang memaksa untuk itu?" sambung Marwan.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
(rna)
Lihat Juga :