Perbedaan harga penyebab kuota BBM subsidi jebol
Selasa, 27 November 2012 - 12:37 WIB
Perbedaan harga penyebab kuota BBM subsidi jebol
A
A
A
Sindonews.com - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terancam jebol untuk kedua kalinya tahun ini. Disinyalir permasalahan masih tetap sama, yakni perbedaan harga. Di samping itu juga, kebutuhan BBM terus naik seiring dengan kemajuan ekonomi.
Pengamat Energi Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, dengan adanya perbedaan harga yang terlalu besar antara BBM bersubsidi dengan yang nonsubsidi (disparitas), maka permasalahan jebolnya kouta BBM bersubsidi tidak akan selesai.
"Saya kira ini karena akar masalahnya belum diselesaikan," kata Komaidi saat dihubungi, Selasa (27/11/2012).
Komaidi menambahkan, masalah perbedaan harga ini akan terus menjadi akar permasalahan jebolnya kuota BBM bersubsidi karena harga BBM tidak disesuaikan dengan kebutuhan atas pertumbuhan perekonomian yang semakin besar.
"Kebutuhan juga terus meningkat sejalan dengan meningkatnya kapasitas perekonomian nasional," tambahnya.
Seperti diketahui, sampai 20 November lalu, penyaluran BBM bersubsidi telah overkuota sebesar satu persen bagi premium dan solar empat persen. Kuota BBM subsidi diperkirakan akan habis 19 Desember mendatang.
Pengamat Energi Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, dengan adanya perbedaan harga yang terlalu besar antara BBM bersubsidi dengan yang nonsubsidi (disparitas), maka permasalahan jebolnya kouta BBM bersubsidi tidak akan selesai.
"Saya kira ini karena akar masalahnya belum diselesaikan," kata Komaidi saat dihubungi, Selasa (27/11/2012).
Komaidi menambahkan, masalah perbedaan harga ini akan terus menjadi akar permasalahan jebolnya kuota BBM bersubsidi karena harga BBM tidak disesuaikan dengan kebutuhan atas pertumbuhan perekonomian yang semakin besar.
"Kebutuhan juga terus meningkat sejalan dengan meningkatnya kapasitas perekonomian nasional," tambahnya.
Seperti diketahui, sampai 20 November lalu, penyaluran BBM bersubsidi telah overkuota sebesar satu persen bagi premium dan solar empat persen. Kuota BBM subsidi diperkirakan akan habis 19 Desember mendatang.
(gpr)
Lihat Juga :