Demi masyarakat, harus ada tambahan kuota BBM
Selasa, 27 November 2012 - 12:39 WIB
Demi masyarakat, harus ada tambahan kuota BBM
A
A
A
Sindonews.com - Terkait adanya potensi krisis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada akhir tahun 2012 ini, Indonesian Resources Studies (IRESS) berpendapat bahwa pemerintah harus menambah kuota BBM bersubsidi sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab dalam menjamin kebutuhan masyarakat.
"Harus ada tambahan kuota, over kuota ini kan karena ketidakmampuan pemerintah manjalankan kebijakan," ujar Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Marwan menilai, pengendalian kuota BBM subsidi (kitir) yang dilakukan Pertamina beberapa waktu lalu merupakan kebijakan yang tidak berdasar sama sekali. Pasalnya, tidak ada peraturan yang melarang masyarakat untuk mengkonsumsi BBM bersubsidi. Lagipula, kekurangan pasokan ini terjadi karena kesalahan pemerintah dalam mengelola energi di tanah air.
"Kalau nggak bisa ngatur BBM bersubsidi, solusinya jangan melarang orang membeli BBM bersubsidi, kan tidak ada aturan yang memaksa untuk itu," sambung Marwan.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar satu persen untuk Premium dan empat persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
"Harus ada tambahan kuota, over kuota ini kan karena ketidakmampuan pemerintah manjalankan kebijakan," ujar Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Marwan menilai, pengendalian kuota BBM subsidi (kitir) yang dilakukan Pertamina beberapa waktu lalu merupakan kebijakan yang tidak berdasar sama sekali. Pasalnya, tidak ada peraturan yang melarang masyarakat untuk mengkonsumsi BBM bersubsidi. Lagipula, kekurangan pasokan ini terjadi karena kesalahan pemerintah dalam mengelola energi di tanah air.
"Kalau nggak bisa ngatur BBM bersubsidi, solusinya jangan melarang orang membeli BBM bersubsidi, kan tidak ada aturan yang memaksa untuk itu," sambung Marwan.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar satu persen untuk Premium dan empat persen untuk Solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
(gpr)
Lihat Juga :