Dahlan minta Pertamina lepas usaha asuransinya
Selasa, 27 November 2012 - 13:16 WIB
Dahlan minta Pertamina lepas usaha asuransinya
A
A
A
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyarankan PT Pertamina (Persero) anak usahanya yang bergerak di bidang asuransi dan harus fokus kepada tugas dan fungsi pokoknya.
"Saya minta supaya asuransi tidak ditangani lagi oleh Pertamina," ujar Dahlan di Kantor Pusat PP, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Meski Pertamina beralasan bahwa setiap perusahaan besar harus memiliki perusahaan asuransi, Dahlan tetap kekeuh agar Pertamina melepas saja kepada pembeli atau yang tertarik dengan perusahaan asuransi.
"Pertamina beralasan seluruh perusahaan besar punya asuransi sendiri. Asuransi sudah sangat kompetitif, dilepas saja lah," tegasnya.
Jika Pertamina tetap keukeuh untuk mengelola perusahaan asuransi, Dahlan malah mempertanyakan mengapa sahamnya masih 60 persen. Padahal, menurutnya jika Pertamina mengelola perusahaan asuransi, sahamnya harus penuh milik Pertamina. "Masa sahamnya masih 60 persen. Sebaiknya dilepas kepada partner atau penjual," tambah dia.
Menurut Dahlan, Pertamina sebaiknya fokus ke tugas dan fungsinya dalam melayani masyarakat. "Pertamina enggak perlu punya perusahaan asuransi," ujarnya singkat.
Sebagai informasi, sampai saat ini, Pertamina masih memiliki 65 persen saham di asuransi Tugu Pratama. Pemilik lain asuransi ini adalah PT Sakti Laksana Prima 17,6 persen, Siti Taskiyah 12,15 persen dan Mohammad Satya Permadi 5,25 persen.
Menurut catatan, Tugu Pratama juga memiliki sebanyak anak perusahaan antara lain, PT Pratama Mitra Sejati, PT Asuransi Samsung Tugu, PT Asuransi Staco Mandiri, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, dan PT Tugu Reasuransi.
"Saya minta supaya asuransi tidak ditangani lagi oleh Pertamina," ujar Dahlan di Kantor Pusat PP, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Meski Pertamina beralasan bahwa setiap perusahaan besar harus memiliki perusahaan asuransi, Dahlan tetap kekeuh agar Pertamina melepas saja kepada pembeli atau yang tertarik dengan perusahaan asuransi.
"Pertamina beralasan seluruh perusahaan besar punya asuransi sendiri. Asuransi sudah sangat kompetitif, dilepas saja lah," tegasnya.
Jika Pertamina tetap keukeuh untuk mengelola perusahaan asuransi, Dahlan malah mempertanyakan mengapa sahamnya masih 60 persen. Padahal, menurutnya jika Pertamina mengelola perusahaan asuransi, sahamnya harus penuh milik Pertamina. "Masa sahamnya masih 60 persen. Sebaiknya dilepas kepada partner atau penjual," tambah dia.
Menurut Dahlan, Pertamina sebaiknya fokus ke tugas dan fungsinya dalam melayani masyarakat. "Pertamina enggak perlu punya perusahaan asuransi," ujarnya singkat.
Sebagai informasi, sampai saat ini, Pertamina masih memiliki 65 persen saham di asuransi Tugu Pratama. Pemilik lain asuransi ini adalah PT Sakti Laksana Prima 17,6 persen, Siti Taskiyah 12,15 persen dan Mohammad Satya Permadi 5,25 persen.
Menurut catatan, Tugu Pratama juga memiliki sebanyak anak perusahaan antara lain, PT Pratama Mitra Sejati, PT Asuransi Samsung Tugu, PT Asuransi Staco Mandiri, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, dan PT Tugu Reasuransi.
(gpr)
Lihat Juga :