Penyelundupan dorong kuota BBM subsidi bobol
Selasa, 27 November 2012 - 13:18 WIB
Penyelundupan dorong kuota BBM subsidi bobol
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ditengarai ikut menyebabkan bobolnya kuota BBM subsidi, sehingga negara terancam bahaya krisis BBM subsidi pada akhir tahun 2012 ini.
Karena itu, Indonesian Resources Studies (IRESS) meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar hal ini tidak terulang kembali.
"Atasi penyelundupan, jangan batasi kebutuhan masyarakat dengan alasan BBM habis," tandas Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara dalam wawancara dengan Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Selain memperketat pengawasan, Marwan juga menyarankan pemerintah agar menaikkan harga BBM subsidi. Dengan begitu, diharapkan penyelundupan dapat diatasi, sehingga tidak terjadi kekurangan pasokan BBM subsidi.
"Disparitas harga perlu dikurangi. Kalau sekarang terlalu besar, malah jadi mendistorsi ekonomi. Ini bisa mengurangi penyelundupan," jelas dia.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Karena itu, Indonesian Resources Studies (IRESS) meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar hal ini tidak terulang kembali.
"Atasi penyelundupan, jangan batasi kebutuhan masyarakat dengan alasan BBM habis," tandas Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara dalam wawancara dengan Sindonews di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Selain memperketat pengawasan, Marwan juga menyarankan pemerintah agar menaikkan harga BBM subsidi. Dengan begitu, diharapkan penyelundupan dapat diatasi, sehingga tidak terjadi kekurangan pasokan BBM subsidi.
"Disparitas harga perlu dikurangi. Kalau sekarang terlalu besar, malah jadi mendistorsi ekonomi. Ini bisa mengurangi penyelundupan," jelas dia.
Seperti diketahui, Sabtu (24/11/2012) lalu Pertamina mengaku khawatir kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi hingga akhir tahun 2012 ini. Pasalnya, permintaan BBM bersubsidi hingga 20 November 2012 selalu melampaui jatah yang telah ditetapkan.
"Artinya telah terjadi over (kelebihan) penyaluran terhadap kuota bulan berjalan masing-masing sekitar 1 persen untuk premium dan 4 persen untuk solar dan masih ada potensi terjadi over kuota sampai akhir 2012," terang VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
(rna)
Lihat Juga :